TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – SMK Manangga Pratama menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti seluruh warga sekolah, Senin (24/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Meneladani Akhlak Nabi untuk Membangun Karakter Generasi Muda yang Jujur dan Peduli”.
Peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga dimanfaatkan sekolah sebagai sarana membentuk karakter sekaligus melatih kemandirian siswa.
Kepala SMK Manangga Pratama, Japar Solihin MPd, mengatakan, kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan agar siswa meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, tetapi juga memberikan pengalaman kepada mereka dalam mengelola sebuah kegiatan.
Baca Juga:Muktamar NU Ke-35: Kembali ke Pesantren, Menjaga Marwah, Memperluas KhidmahPrabowo, KDM (part 10): Ketika Kader Mulai Memiliki Gravitasi Politik Sendiri
Menurutnya, hampir seluruh rangkaian kegiatan diserahkan kepada siswa melalui OSIS dan MPK. Pihak sekolah hanya memberikan ruang, fasilitas, motivasi, serta pendampingan agar kegiatan tetap berjalan sesuai tujuan.
“Adapun kegiatan seluruhnya dilaksanakan oleh OSIS dan MPK. Kami sebagai orang tua hanya memfasilitasi, memberikan motivasi dan kesempatan,” kata Japar.
Kepercayaan tersebut diberikan sejak tahap penentuan rangkaian kegiatan. OSIS dan MPK diberi keleluasaan untuk menentukan perlombaan yang digelar dalam peringatan Maulid Nabi, di antaranya lomba azan, pidato, serta Lomba Cepat Tepat (LCT) keagamaan. Keterlibatan siswa bahkan berlanjut hingga acara puncak berupa tabligh akbar.
Japar mengatakan, pemilihan kiai yang memberikan tausiah juga ditentukan oleh OSIS dan MPK dengan tetap berada di bawah bimbingan serta arahan guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan pola tersebut, sekolah ingin siswa tidak hanya menjadi peserta dalam sebuah kegiatan, tetapi merasakan langsung proses di balik penyelenggaraannya.
Mereka belajar menentukan konsep, membagi tugas, berkoordinasi, hingga memastikan kegiatan dapat terlaksana. Japar menilai pengalaman tersebut penting bagi siswa karena dapat menjadi bekal dalam membangun rasa tanggung jawab dan kemampuan mengelola kegiatan secara mandiri.
“Jadi kami ingin anak-anak kami punya pengalaman baik berkaitan dengan mengondisikan suatu kegiatan, dalam hal ini adalah kegiatan keagamaan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW,” ujarnya.
Melalui peringatan Maulid Nabi tahun ini, SMK Manangga Pratama berupaya menggabungkan nilai keagamaan dengan proses pembelajaran di luar kelas.
