114 Balita di Culamega Tasikmalaya Stunting, Pemerintah Perkuat Intervensi dan Kapasitas Kader Posyandu

Stunting culamega
 Pemerintah Kecamatan Culamega bersama Puskesmas dan pemerintah desa melakukan Rembuk Stunting Tahun Anggaran 2026 di Desa Mekarlaksana, Kecamatan Culamega, Rabu (26/8/2026). (Istimewa)
0 Komentar

Secara keseluruhan, dari 1.502 balita yang menjadi sasaran pengukuran, sebanyak 38 balita masuk kategori sangat pendek, 76 balita kategori pendek, 1.386 balita berada pada kategori normal dan dua balita tercatat memiliki tinggi badan kategori tinggi.

“Data tersebut sekaligus menjadi dasar penting bagi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Puskesmas, kader Posyandu serta unsur terkait lainnya dalam menentukan langkah intervensi yang lebih terarah,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Puskesmas Culamega H. Asep Sarif Hidayat, S.Kep., Ners MSi mengatakan penguatan penanganan stunting harus dilakukan melalui pelayanan kesehatan yang terintegrasi.

Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi

“Rembuk stunting sendiri diarahkan bukan sekadar membahas angka kasus, tetapi juga mencari langkah konkret agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu,” ucapnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas kader penting untuk memastikan pemantauan pertumbuhan dan perkembangan balita, edukasi kepada orang tua serta deteksi dini persoalan gizi dapat berjalan lebih optimal.

Dengan prevalensi 7,6 persen berdasarkan hasil pengukuran Februari 2026, kata dia, Kecamatan Culamega masih memiliki pekerjaan untuk memastikan seluruh balita dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Penanganan tidak hanya menyasar anak yang sudah masuk kategori stunting, tetapi juga harus diperkuat melalui pencegahan. Langkah tersebut mencakup edukasi keluarga, pemantauan pertumbuhan, pemenuhan kebutuhan gizi dan penguatan pelayanan Posyandu.

Rembuk stunting diharapkan menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan di tingkat kecamatan dan desa.

“Dengan data yang lebih akurat serta kapasitas kader yang semakin kuat, penanganan stunting diharapkan dapat dilakukan lebih cepat, tepat sasaran dan berkelanjutan,” pungkasnya. (obi)

0 Komentar