TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Persiapan menghadapi Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) Jawa Barat 2026 terus dimatangkan National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Kabupaten Tasikmalaya.
Selain meningkatkan pembinaan dan kesiapan atlet, NPCI memperkuat soliditas internal melalui silaturahmi yang melibatkan atlet, pelatih dan pengurus di Kantor NPCI Kabupaten Tasikmalaya, Senin (24/8/2026).
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih erat sekaligus menyatukan langkah seluruh unsur NPCI dalam menghadapi agenda olahraga prestasi tersebut.
Baca Juga:Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Gebrak Sukarame, Gelar Lomba Rakyat Semarakkan KemerdekaanSembilan Atlet Pasundan Muaythai Academy Tasikmalaya Bawa Pulang 9 Medali dari Kejurnas di Kota Bekasi
Ketua NPCI Kabupaten Tasikmalaya, Ukun Rukandi, mengatakan silaturahmi tidak sekadar menjadi agenda pertemuan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kekompakan keluarga besar NPCI Kabupaten Tasikmalaya.
“Atlet dan pelatih perlu memiliki hubungan komunikasi yang baik dengan pengurus. Dengan saling mengenal lebih dekat, berbagai kebutuhan atlet maupun persoalan yang muncul selama proses pembinaan diharapkan dapat dikomunikasikan secara terbuka,” ujarnya.
Menurut Ukun, perhatian pemerintah terhadap atlet disabilitas harus diwujudkan melalui komitmen kuat dalam memberikan dukungan terhadap olahraga prestasi. Hal itu penting apabila Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya serius ingin melahirkan lebih banyak atlet berprestasi dari daerah tersebut.
Dukungan pemerintah, lanjut dia, tidak sebatas pemenuhan kebutuhan saat pertandingan. Lebih dari itu, penyandang disabilitas harus mendapatkan ruang dan kesempatan untuk mengembangkan potensi serta menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.
Selain memperkuat komunikasi internal, kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk membakar semangat para atlet. Motivasi dinilai penting karena keberhasilan atlet tidak hanya ditentukan kesiapan fisik, tetapi juga kekuatan mental dalam menghadapi proses latihan dan kompetisi.
Para atlet didorong untuk disiplin menjalani latihan, menjaga semangat dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan.
“Kami berharap motivasi yang diberikan dapat menjadi tambahan energi bagi atlet dalam menjalani tahapan persiapan menuju kompetisi,” katanya.
Baca Juga:Gelorakan Gerakan Langit Biru, Partai Demokrat Kabupaten Tasikmalaya Bersihkan Jalan dan Tanam Puluhan PohonPangdam III/Siliwangi Terima Kunjungan Paskibraka Jawa Barat 2026
Ukun menegaskan, atlet merupakan bagian utama dalam proses pembinaan sehingga pendampingan harus dilakukan secara berkelanjutan. Ia tidak ingin hubungan antara pengurus dan atlet hanya terjalin ketika kompetisi akan berlangsung.
“Terpenting adalah bagaimana kita terus memberikan motivasi. Atlet harus merasa bahwa mereka tidak berjalan sendiri. Ada pelatih dan pengurus yang mendampingi serta memberikan dukungan,” tuturnya.
