Cardia bahkan mengakui bahwa bekerja sama dengan agen besar seperti Mendes tidak selalu menjadi sesuatu yang buruk.
Agen tersebut memiliki jaringan luas dan bekerja dengan banyak klub serta pemain top.
Persoalannya adalah bagaimana klub memastikan keputusan transfer tetap berada di tangan manajemen.
Baca Juga:Stefano Nava Bantah Ucapan Paolo Maldini Bahwa Akademi AC Milan Tak Bisa Lahirkan Pemain BerbakatIntip Gaji Tijjani Reijnders di Al-Qadsiah, Dibayar Rp1,1 Miliar Per Hari
Menurut Cardia, persoalan yang lebih besar sebenarnya tidak hanya terjadi di Milan. Fenomena tersebut telah berkembang di sepak bola modern secara umum.
Ia menilai beberapa agen besar dunia kini memiliki pengaruh yang sangat besar, bahkan dalam beberapa situasi terlihat lebih kuat dibandingkan klub yang mereka ajak bernegosiasi.
“Dewasa ini, tiga atau empat agensi terbesar di dunia telah menjadi lebih penting daripada klub,” tulisnya.
Cardia mempertanyakan situasi ketika agen dan direktur olahraga seolah-olah berada dalam posisi yang sama dalam menentukan arah transfer.
Bahkan, dalam beberapa kasus, muncul kesan bahwa agen justru memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan direktur olahraga.
Situasi tersebut semakin menarik karena transaksi dan komisi agen tetap menggunakan uang klub.
Cardia menyoroti bahwa klub-klub Serie A dalam satu tahun terakhir menghabiskan lebih dari €200 juta atau sekitar Rp4 triliun untuk biaya agen dan jasa perantara.
Baca Juga:Inter Milan Cuci Gudang: Pavard dan Asllani Masuk Daftar Jual, Luis Henrique Menunggu Kepastian Rincian Transfer Diego Moreira ke AC Milan: Gaji Rp60 Miliar, Bonus Capai Rp400 Miliar
Menurutnya, angka tersebut menunjukkan betapa besarnya peran agen dalam industri sepak bola saat ini.
“Tidak ada angka yang terlalu tinggi—ini adalah pasar. Namun, ketika agen dan direktur olahraga berbicara sebagai pihak yang setara, bahkan muncul kesan bahwa agen lebih banyak mengambil keputusan, kita berisiko melupakan bahwa masing-masing pihak memiliki kepentingannya sendiri,” tegas Cardia.
Ia kemudian menutup kritiknya dengan satu pengingat penting: agen tidak memiliki kewajiban untuk memikirkan kepentingan klub.
“Tidak ada agen yang mendukung sebuah klub, kecuali mendukung agensinya sendiri,” tulisnya.
Pandangan Cardia tersebut menjadi peringatan bagi AC Milan yang sedang membangun struktur baru di era Ruben Amorim.
Transfer Gonçalo Ramos dan Diego Moreira memang menunjukkan ambisi besar Rossoneri, tetapi klub tetap dituntut memastikan bahwa keputusan strategis berada di tangan manajemen.
