Dengan kaki kiri, Moreira dapat menerima bola dari sisi kanan kemudian melakukan penetrasi ke tengah untuk melepaskan umpan atau mencari ruang tembak.
Sebaliknya, ketika dimainkan di kiri, ia bisa menyerang ruang kosong dan memberikan umpan silang.
Kehadiran Moreira menunjukkan bahwa AC Milan tidak hanya mencari pemain untuk kebutuhan jangka pendek. Dengan usia baru 22 tahun, ia masih memiliki waktu panjang untuk berkembang.
Baca Juga:Gasperini Butuh Amunisi Baru, AS Roma Lakukan Serangan Terakhir di Bursa TransferDihantui Larangan Transfer Musim Dingin, Davide Frattesi Bisa Jadi Pembelian Terakhir Lazio
Nilai transfer sekitar €50 juta atau Rp1 triliun memang membuat ekspektasi terhadap Moreira menjadi sangat tinggi.
Namun, Milan melihat karakteristiknya cocok dengan kebutuhan taktik Amorim sekaligus memiliki potensi nilai jual kembali yang besar.
Apalagi, kesepakatan tersebut dikabarkan turut mencakup persentase dari penjualan Moreira pada masa mendatang.
Artinya, Milan tidak hanya mempertimbangkan kontribusinya di lapangan, tetapi juga potensi investasi ekonomi.
Moreira kini berpeluang menjadi bagian dari wajah baru AC Milan. Setelah Gonçalo Ramos, kedatangannya menjadi sinyal bahwa Rossoneri serius membangun skuad yang sesuai dengan filosofi Amorim.
Tantangan berikutnya tentu bukan sekadar membuktikan bahwa harga €50 juta layak dibayarkan.
Moreira harus mampu beradaptasi dengan Serie A, memahami tuntutan taktik Amorim, serta menunjukkan bahwa dirinya pantas menjadi salah satu pemain utama dalam proyek baru AC Milan.
