Pemilik RedBird Capital Partners itu melihat sang pemain sebagai investasi jangka panjang yang masih memiliki ruang besar untuk berkembang dan berpotensi memberikan keuntungan besar bagi klub di masa depan.
Moreira memiliki latar belakang keluarga sepak bola yang cukup kuat. Ia lahir di Liège ketika ayahnya, mantan pemain internasional Guinea-Bissau Almami Moreira, memperkuat Standard Liège.
Diego memiliki kewarganegaraan Belgia dan Portugal. Ia juga sempat membela tim junior Portugal hingga level U-21 sebelum akhirnya memilih memperkuat tim nasional Belgia.
Baca Juga:Gasperini Butuh Amunisi Baru, AS Roma Lakukan Serangan Terakhir di Bursa TransferDihantui Larangan Transfer Musim Dingin, Davide Frattesi Bisa Jadi Pembelian Terakhir Lazio
Perjalanan karier mudanya juga cukup menarik. Moreira pernah menimba ilmu di akademi Standard Liège, kemudian melanjutkan perkembangan bersama Benfica dan Chelsea sebelum akhirnya memperkuat Strasbourg.
Pengalamannya bersama Chelsea membuat Moreira memahami tuntutan sepak bola level tinggi sejak usia muda.
Ia kemudian berkembang menjadi pemain yang lebih matang setelah mendapatkan kesempatan bermain secara reguler di Prancis.
Bahkan, dua pekan sebelum kepindahannya ke Milan, Moreira sempat menjalani latihan bersama Rossoneri ketika sedang berlibur. Momen tersebut kini menjadi petunjuk kuat mengenai arah kariernya.
Performa Moreira pada musim 2025/2026 menjadi salah satu alasan Milan berani mengeluarkan dana besar.
Bersama Strasbourg dan sebagian dalam periode bersama Salzburg, Moreira mencatatkan 42 penampilan di seluruh kompetisi.
Dari jumlah tersebut, ia menghasilkan lima gol dan sembilan assist dengan total 2.198 menit bermain.
Catatan assist tersebut memperlihatkan kontribusi Moreira sebagai pemain kreatif.
Baca Juga:Como Ingin Datangkan Striker Chelsea yang Dibuang Xabi AlonsoJuventus Paksa Di Gregorio Turun Tahta Jika Suzuki Datang
Ia bukan hanya mengandalkan kemampuan mencetak gol, tetapi juga memiliki peran besar dalam menciptakan peluang untuk rekan setim.
Berdasarkan data DataMB, Moreira berada di persentil ke-96 untuk assist dan persentil ke-86 untuk umpan kunci dibandingkan pemain di kompetisinya.
Ia juga menempati persentil ke-93 dalam successful crosses. Angka tersebut menunjukkan kemampuannya memberikan umpan dari area sayap sekaligus menjadi salah satu senjata utama dalam permainan menyerang.
Di Strasbourg, Moreira lebih sering ditempatkan sebagai penyerang sayap kanan dalam formasi 4-2-3-1.
Namun, ia tidak terpaku pada satu posisi. Kemampuannya berpindah ke kiri membuat pertahanan lawan lebih sulit membaca pergerakannya.
