Parkir Digital Wajib Mendongkrak PAD Kota Tasikmalaya, Viman Minta Sistem Tak Sekadar Diluncurkan

e-Retribusi Parkir Kota Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan saat meluncurkan e-Retribusi Parkir bersamaan dengan layanan digital lainnya dalam rangkaian Semarak Pekan QRIS Nasional 2026–Festival Riung QRIS, Sabtu (15/8/2026) di Plaza Asia. Rezza Rizaldi / Radar Tasikmalaya
0 Komentar

Viman juga menyoroti perkembangan QRIS sebagai salah satu inovasi pembayaran digital karya Indonesia.

Ia menyebut, berdasarkan data Bank Indonesia hingga triwulan I 2026, QRIS telah memiliki 61,7 juta pengguna dan 44 juta merchant yang sebagian besar merupakan UMKM.

Sejak diluncurkan hingga periode tersebut, QRIS telah melayani sekitar 31 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp2.970 triliun.

Baca Juga:Polisi di Tasikmalaya Gencarkan Patroli hingga Subuh, Geng Motor Jadi Incaran UtamaWakil Wali Kota Semarakan Jalan Santai Kemerdekaan di Mangkubumi Tasikmalaya 

Bahkan pada triwulan II 2026, volume transaksi QRIS masih tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Angka-angka itu menggambarkan satu hal: QRIS telah menjadi bagian dari keseharian ekonomi Indonesia,” bebernya.

Menurut Viman, QRIS kini tidak hanya digunakan untuk transaksi perdagangan, tetapi telah masuk ke berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari pasar, kuliner, toko ritel, layanan publik hingga kegiatan sosial dan keagamaan.

Konektivitas QRIS Antarnegara juga terus berkembang dengan sejumlah negara seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.

Bagi Kota Tasikmalaya, perkembangan tersebut dinilai relevan dengan karakter ekonomi daerah.

Pertumbuhan ekonomi Kota Tasikmalaya pada 2025 mencapai 5,39 persen dan ditopang aktivitas industri, jasa serta perdagangan.

“Karakter ini membuat digitalisasi pembayaran menjadi kebutuhan strategis untuk memperkuat daya saing pelaku usaha lokal dan posisi Tasikmalaya sebagai pusat aktivitas ekonomi Priangan Timur,” tambah Viman.

Viman berharap manfaat digitalisasi tidak hanya dirasakan pelaku usaha besar.

Baca Juga:Ribuan Warga Padati GCC, Jalan Sehat HUT RI ke-81 Jadi Ajang Sinergi Pemerintah Kota Tasikmalaya dan SwastaGeng Motor Pamer Sajam di Kawalu Tasikmalaya! Dikejar Warga hingga Tabrak Tembok, 1 Orang Meninggal

UMKM hingga unit usaha paling kecil harus mendapatkan pendampingan sejak proses onboarding, aktif bertransaksi, memanfaatkan catatan transaksi hingga membuka akses pasar dan pembiayaan.

“Dengan begitu, satu kode QR yang dipasang di meja dagang dapat menjadi pintu menuju usaha yang lebih tertib, dipercaya, dan bertumbuh,” jelasnya.

Ia pun mendorong kolaborasi antara Pemkot Tasikmalaya, Bank Indonesia, perbankan, pusat perbelanjaan dan komunitas untuk memperluas pendampingan merchant.

Terutama di pasar rakyat, sentra kuliner, kawasan wisata dan pusat produk unggulan Kota Tasikmalaya.

Di sisi lain, Viman mengingatkan bahwa derasnya transaksi digital harus diimbangi perlindungan konsumen.

Masyarakat diminta menjaga PIN dan OTP, memeriksa nama merchant serta nominal sebelum membayar, menghindari tautan mencurigakan dan menggunakan aplikasi resmi.

0 Komentar