Jika semua skenario tersebut terwujud, bursa transfer penjaga gawang Eropa bisa mengalami efek domino.
PSG berpotensi kehilangan Chevalier jika Suzuki datang dan mengambil peran penting bersama Safonov.
Juventus kemudian bisa mengalihkan perhatian kepada Vicario jika Suzuki tetap memilih PSG.
Baca Juga:Davide Frattesi Tinggalkan Inter demi Lazio, Gattuso Beri Sinyal Positif Amorim Izinkan Leao Dijual, AC Milan Beri Diskon Rp200 Miliar
Sebaliknya, jika Juventus berhasil mengamankan Suzuki, Di Gregorio menjadi salah satu pemain yang kemungkinan besar harus mencari klub baru.
Situasi tersebut menunjukkan betapa rumitnya pergerakan penjaga gawang pada musim panas ini. Satu transfer dapat memicu perpindahan beberapa kiper sekaligus.
Bagi Juventus, keputusan mengenai Suzuki tidak hanya menyangkut kualitas pemain baru, tetapi juga masa depan Di Gregorio dan Perin.
Sementara bagi Suzuki, pilihan antara PSG dan Juventus akan sangat menentukan tahap berikutnya dalam kariernya.
Setelah tampil mengesankan di Italia bersama Parma, kiper Jepang itu kini berada di persimpangan penting.
Dengan nilai transfer mencapai €35 juta atau sekitar Rp700 miliar, jelas bahwa PSG melihat Suzuki bukan sekadar proyek jangka pendek. Namun, Juventus masih bisa mencoba masuk dalam persaingan.
Jika Bianconeri akhirnya berhasil memboyong Suzuki ke Turin, maka satu konsekuensi yang harus mereka hadapi adalah menentukan nasib Di Gregorio.
Baca Juga:Fabio Ravezzani: Rafael Leao Tampil Semakin Buruk Sejak Gajinya Naik Tiga Kali Lipat Ferran Torres Tinggalkan Barcelona: Gabung PSG dengan Biaya Transfer Rp1 Triliun
Apakah dijual, dipinjamkan, atau tetap bertahan sebagai pelapis, semuanya bergantung pada keputusan akhir Juventus di bursa transfer.
