Menurut Ravezzani, Leao semakin jarang memberikan kontribusi konsisten dan beberapa kali menunjukkan sikap yang dianggap tidak ideal.
Kritik tersebut menggambarkan bagaimana status Leao sebagai salah satu pemain bergaji tinggi di Milan tidak selalu diikuti performa yang sesuai ekspektasi.
Kini, klub tampaknya memilih jalan pragmatis.
Jika sebelumnya Milan menetapkan harga sekitar €50-60 juta, atau setara Rp1-1,2 triliun, kini klub dikabarkan bersedia memberikan diskon agar proses penjualan dapat segera terealisasi.
Baca Juga:Fabio Ravezzani: Rafael Leao Tampil Semakin Buruk Sejak Gajinya Naik Tiga Kali Lipat Ferran Torres Tinggalkan Barcelona: Gabung PSG dengan Biaya Transfer Rp1 Triliun
Menurut laporan terbaru, tawaran sekitar €40 juta atau Rp800 miliar bahkan mungkin sudah cukup untuk membuat Milan memberikan lampu hijau.
Batas maksimal yang diharapkan Rossoneri berada di kisaran €45 juta atau Rp900 miliar.
Artinya, dibandingkan harga awal €50 juta atau Rp1 triliun, Milan berpotensi memberikan diskon hingga €10 juta atau sekitar Rp200 miliar.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa Milan kini lebih mengutamakan kepastian daripada mempertahankan harga tinggi.
Salah satu alasannya adalah waktu bursa transfer yang semakin terbatas. Milan tidak ingin mempertahankan pemain yang masa depannya belum jelas hingga hari-hari terakhir jendela transfer.
Pembicaraan awal dengan pihak agen Leao juga disebut telah berlangsung. Perwakilan bursa transfer Milan dikabarkan telah menyampaikan bahwa klub siap menurunkan tuntutan harga untuk mempercepat kepergian sang pemain.
Dengan harga €40-45 juta, Milan berharap klub peminat lebih mudah mengambil keputusan.
Baca Juga:Jurnalis Italia Sindir Mike Maignan: Dia Bertingkah Seperti Pemain Juara Ini Penyebab Rodrigo Mora Batal Gabung AS Roma
Di tengah saga transfer tersebut, kondisi fisik Leao juga menjadi perhatian.
Pemain berusia 27 tahun itu mengalami masalah otot dan belum dipanggil untuk pertandingan persahabatan Milan melawan Manchester United.
Cedera tersebut bahkan membuatnya diragukan tampil pada laga pembuka Serie A melawan Torino pada 23 Agustus.
Absennya Leao tentu tidak membantu situasi.
Amorim membutuhkan waktu untuk mempersiapkan skuad menghadapi musim baru, tetapi Leao justru belum berada dalam kondisi fisik terbaik. Jika transfer tidak terwujud, sang pemain harus segera kembali berlatih penuh dan membangun hubungan kerja dengan pelatih baru serta rekan-rekan setimnya.
Sebelumnya, Milan juga menginginkan adanya kejelasan apabila Leao akhirnya bertahan.
Pemain Portugal itu harus kembali sepenuhnya ke dalam skuad dan menyelesaikan berbagai persoalan internal yang muncul dalam beberapa bulan terakhir.
