Kritik tersebut menjadi semakin relevan karena Milan kini sedang memasuki era baru di bawah Amorim.
Pelatih asal Portugal itu membutuhkan pemain yang bersedia mengikuti sistem dan instruksinya dan tidak boleh ada pemain yang merasa lebih besar daripada sistem.
Del Vecchio menilai Milan membutuhkan perubahan besar jika ingin kembali menjadi klub yang disegani dan kompetitif.
Baca Juga:Presiden Ravenna Pastikan Ronaldinho Kembali ke Lapangan Hijau: Ia Ingin Mencetak Gol Terakhir Amorim Buka Peluang AS Roma Barter Pemain dengan AC Milan: Soule Tukar Guling dengan Nkunku
Perubahan tersebut memang harus dilakukan di level manajemen dan struktur klub. Namun, perubahan mentalitas pemain dianggap jauh lebih penting.
Menurutnya, ada dua cara untuk mengubah keadaan. Para pemain bisa melakukan perubahan sikap secara drastis atau klub melakukan revolusi skuad melalui penjualan dan perekrutan pemain baru.
Yang jelas, Milan harus menghilangkan budaya bahwa ada pemain yang merasa dirinya tidak tergantikan.
Bagi Del Vecchio, seorang pemain hebat bukan hanya dinilai berdasarkan kemampuan teknisnya.
Pemain yang benar-benar berstatus juara juga harus menunjukkan sikap profesional, menghormati struktur tim, serta mampu menjadi teladan bagi rekan-rekannya.
Karena itu, status kapten seharusnya membuat Maignan semakin memahami tanggung jawab tersebut.
Milan saat ini membutuhkan pemain yang siap bekerja keras, menghormati keputusan pelatih dan memberikan seluruh kemampuan di lapangan.
Baca Juga:Tijjani Reijnders Gabung Al Qadsiah, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp280 MiliarChelsea Ultimatum Manchester City: Bayar Enzo Fernandez Rp2,8 Triliun Pada Jumat Sore
Bukan pemain yang merasa memiliki hak untuk menentukan siapa yang harus menjadi bagian dari staf kepelatihan.
Pada akhirnya, kritik terhadap Maignan bukan semata-mata mengenai tambahan liburan atau ketidaksukaannya terhadap pelatih kiper baru. Persoalan yang lebih besar adalah mentalitas pemain Milan.
Jika Rossoneri ingin kembali menjadi tim yang kompetitif dan meraih trofi, setiap pemain harus memahami bahwa tidak ada seorang pun yang lebih besar daripada klub.
Maignan, sebagai kapten, justru berada di posisi paling penting untuk menunjukkan perubahan tersebut.
Menurut Del Vecchio, pemain yang benar-benar berstatus juara tidak hanya memiliki kualitas luar biasa di lapangan.
Mereka juga memahami tanggung jawab, menghormati peran pelatih dan rekan setim, serta tidak bertingkah seolah-olah bisa melakukan apa pun tanpa konsekuensi.
Pesan itu kini menjadi tantangan tersendiri bagi Maignan dan seluruh skuad Milan menjelang musim baru: berhenti merasa tak tersentuh, ambil tanggung jawab, dan buktikan kualitas di lapangan.
