Skenario tersebut akan menguntungkan kedua klub dari sisi keuangan karena risiko pembayaran dapat ditunda hingga kondisi tertentu terpenuhi.
Bagi Milan, keberhasilan kembali ke Liga Champions menjadi target yang sangat penting setelah sebelumnya gagal tampil di kompetisi elite Eropa tersebut.
Tambahan pemasukan dari Liga Champions akan memberikan ruang lebih besar bagi klub untuk menuntaskan pembelian Soulé.
Baca Juga:Tijjani Reijnders Gabung Al Qadsiah, AC Milan Dapat Uang Kaget Rp280 MiliarChelsea Ultimatum Manchester City: Bayar Enzo Fernandez Rp2,8 Triliun Pada Jumat Sore
Sementara bagi Roma, melepas Soulé sekaligus mendapatkan Nkunku dapat menjadi solusi untuk memperkuat lini depan tanpa harus melakukan investasi transfer dalam jumlah sangat besar.
Perubahan sikap Amorim menjadi faktor utama dalam perkembangan saga transfer ini karena sebelumnya, Nkunku dianggap sebagai bagian dari rencana Milan dan tidak termasuk pemain yang akan dijual.
Kini, evaluasi pelatih asal Portugal itu membuat situasinya berubah.
Dengan waktu yang semakin sempit, Milan harus segera menentukan apakah Nkunku benar-benar akan dipertahankan atau dilepas.
Jika keputusan akhirnya adalah menjual sang penyerang Prancis, Roma menjadi salah satu destinasi yang paling masuk akal.
Terlebih lagi, adanya ketertarikan Milan terhadap Soulé dapat membuka ruang untuk sebuah kesepakatan yang jauh lebih kompleks.
Bukan sekadar transfer biasa, Nkunku ke Roma dan Soulé ke Milan berpotensi menjadi salah satu transaksi paling menarik menjelang penutupan bursa transfer musim panas 2026.
Namun, ada dua persoalan yang masih harus diselesaikan: tuntutan gaji Nkunku dan formula pembayaran Soulé.
Baca Juga:Masuk Daftar Cuci Gudang AC Milan, Ini Saran Donadoni untuk Rafael Leao Platini Tuding Pemain Bola Sekarang Terlalu Manja: Ganti Kerjaan Jika Tak Sanggup Hadapi Tekanan Mental
Jika kedua masalah tersebut menemukan jalan keluar, bukan tidak mungkin AC Milan dan Roma akan melakukan pertukaran pemain yang mengejutkan pada penghujung bursa transfer.
