Xavi Hernandez Resmi Jadi Pelatih Timnas Belanda: Total Football Telah Kembali

Xavi Hernandez
Xavi Hernandez Foto: Tangkapan layar Instagram@xavi
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Xavi Hernández resmi memulai petualangan baru dalam karier kepelatihannya.

Mantan pelatih Barcelona tersebut ditunjuk sebagai pelatih baru Timnas Belanda, sebuah keputusan yang menarik perhatian karena filosofi sepak bola Xavi memiliki hubungan erat dengan akar permainan Belanda.

Kepastian tersebut diumumkan Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda. Dalam pengumumannya, federasi menyambut kedatangan Xavi sebagai nakhoda baru Oranje.

Baca Juga:Inter Kebut Transfer Curtis Jones Usai Kirim Frattesi ke Lazio Siapa Rodrigo Mora? Calon Pemain Baru AS Roma yang Dijuluki Permata Portugal

“Kami bangga memperkenalkan pelatih baru kami. Selamat datang, Xavi Hernandez.”

Kesepakatan antara Xavi dan federasi sepak bola Belanda telah rampung. Dokumen kerja sama kedua pihak juga telah ditandatangani sehingga penunjukan mantan gelandang Barcelona tersebut kini resmi.

Bagi Xavi, jabatan ini menjadi tantangan besar sekaligus babak baru setelah sebelumnya menangani Barcelona.

Ia kini tidak lagi bekerja setiap hari bersama pemain-pemain yang sudah dikenalnya di level klub, tetapi harus membangun sebuah tim nasional yang dihuni pemain-pemain dari berbagai klub elite Eropa.

Penunjukan Xavi juga memiliki nilai simbolis. Pelatih asal Spanyol itu dikenal sebagai salah satu murid terbaik filosofi sepak bola Barcelona yang memiliki akar kuat dari Johan Cruyff.

Sementara Cruyff sendiri merupakan salah satu tokoh terpenting dalam sejarah sepak bola Belanda.

Dengan demikian, kedatangan Xavi ke Timnas Belanda seperti mempertemukan kembali sebuah filosofi yang telah melakukan perjalanan panjang dari Amsterdam ke Barcelona, kemudian kembali menuju Belanda.

Baca Juga:Direktur Como: Sepak Bola Modern Kunci Kebangkitan Klub ItaliaRavezzani Akui AC Milan dalam Bahaya: “Tak Ada Seorang Pun yang Mampu Menelepon Maignan dan Rabiot” 

Setelah Piala Dunia, hubungan Timnas Belanda dengan Ronald Koeman berakhir. Federasi kemudian mencari sosok baru untuk membawa Oranje memasuki era berikutnya dan akhirnya memilih Xavi.

Gaya bermain Xavi berakar kuat pada konsep Juego de Posición atau permainan posisi yang berkembang di Barcelona.

Filosofi tersebut menempatkan penguasaan bola sebagai salah satu alat utama untuk mengendalikan pertandingan.

Tim Xavi biasanya dituntut mampu membangun serangan dari lini belakang, menjaga struktur, menciptakan keunggulan jumlah di area tertentu, serta melakukan tekanan segera setelah kehilangan bola.

Dalam fase menyerang, formasi dasar dapat berubah secara dinamis. Struktur 4-3-3, misalnya, bisa berkembang menjadi 3-2-2-3 atau 3-4-3 ketika tim menguasai bola.

0 Komentar