”Kebetulan ini ditemukan di Terminal Kalipucang. Langkah kami pertama adalah menelusuri dulu keluarganya. Setelah itu kalau memang kita belum menemukan keluarganya, nanti kami akan berkoordinasi dengan provinsi untuk tindak lanjut selanjutnya,” katanya.
Menurut Maman, Kabupaten Pangandaran saat ini belum memiliki fasilitas khusus untuk penitipan bayi. Sehingga pihaknya akan berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk tindak lanjutnya.
”Karena bagaimanapun ini di Kabupaten Pangandaran sementara ini belum ada fasilitas yang khusus untuk penitipan bayi. Jadi coba dulu kami akan berkoordinasi dengan provinsi,” jelasnya.
Baca Juga:Digitalisasi Parkir Kota Tasikmalaya Baru Sebatas Mimpi, Vendor: Jangan Dipaksa SeragamPolemik Harim Laut Pantai Madasari Pangandaran Masih Menggantung, Klaim Kepemilikan Belum Disertai Sertifikat
Maman mengungkapkan, berdasarkan keterangan dari Puskesmas Kalipucang, kondisi bayi dalam keadaan sehat. Hanya terdapat bekas gigitan nyamuk karena sempat beberapa hari terlantar.
”Alhamdulillah kalau menurut keterangan dari Puskesmas Kalipucang, bayi dalam keadaan sehat. Hanya mungkin karena menurut informasi beberapa hari terlantar, itu mungkin ada bekas-bekas digigit nyamuk,” ujarnya.
Selama proses penelusuran keluarga, Dinsos Pangandaran akan menitipkan bayi tersebut sementara di salah satu yayasan di Pangandaran.
”Kita akan proses dulu administrasinya. Mulai dari kita coba lengkapi laporan penemuan dulu dari Polsek. Kemudian nanti juga kami memerlukan keterangan kesehatan secara tertulis dari Puskesmas. Selanjutnya nanti kami akan tampung, lihat kondisi nanti apakah kita harus segera sampaikan ke provinsi atau kita sementara tampung dulu di sini,” ujarnya.
Maman menyebut sudah ada warga yang berminat untuk mengadopsi. Namun proses adopsi bayi terlantar memiliki persyaratan yang panjang.(Deni Nurdiansah)
