Infantino Usulkan Maroko Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2030, Diduga Minta Dukungan untuk Jabatan Presiden FIFA 

Gianni Infantino
Gianni Infantino  Foto: Tangkapan layar Instagram@fifa 
0 Komentar

Laporan terbaru ini muncul hanya beberapa hari setelah Presiden Federasi Sepak Bola Yordania, Pangeran Ali bin Al Hussein, melontarkan tuduhan serius kepada Gianni Infantino.

Dalam unggahan panjang di media sosial X, Pangeran Ali mengaku federasinya menghadapi berbagai kesulitan selama mengikuti Piala Dunia, mulai dari persoalan visa bagi suporter, beban pajak yang dinilai tidak adil, hingga hadiah uang dari FIFA yang belum dibayarkan.

Yang paling mengejutkan, Pangeran Ali mengklaim dirinya mendapat pesan secara lisan bahwa FIFA akan membantu Federasi Sepak Bola Yordania apabila bersedia memberikan dukungan kepada Infantino.

Baca Juga:Andalkan Data Algoritma, AC Milan Incar Bintang Muda Chili untuk Gantikan LeaoCagliari Ingin Boyong Sebastiano Esposito dan Daniel Maldini

Menurut Pangeran Ali, situasi tersebut sama saja dengan bentuk pemerasan politik atau blackmail, tuduhan yang hingga kini belum dibantah secara resmi oleh FIFA.

Sebelumnya, Infantino juga mendapat tekanan setelah muncul ancaman langkah hukum dari UEFA terkait dugaan upaya penjualan sebagian hak komersial Piala Dunia kepada investor swasta.

Berbagai polemik tersebut membuat kepemimpinan Presiden FIFA itu menjadi sorotan tajam menjelang Kongres FIFA 2027.

Di sisi lain, Spanyol masih berupaya keras mempertahankan peluang menjadi tuan rumah laga final Piala Dunia 2030.

Pemerintah Spanyol bersama Federasi Sepak Bola Spanyol tetap mendorong Stadion Santiago Bernabeu di Madrid sebagai lokasi paling ideal untuk menggelar pertandingan puncak turnamen.

Meski berbagai usulan terus bermunculan, keputusan akhir mengenai stadion final tetap berada di tangan FIFA.

Penetapan tersebut diperkirakan baru akan dilakukan setelah berbagai tahapan evaluasi selesai dan situasi politik di tubuh FIFA, termasuk hasil pemilihan presiden pada Kongres 2027, mencapai kejelasan.

Baca Juga:AC Milan vs Inter Milan: Amorim Mainkan Luka Modric Sejak Awal, Chivu Tak Incar KemenanganChelsea vs Juventus: Luciano Spalletti Uji Coba Formasi 4-2-3-1, Milik Jadi Ujung Tombak

Jika laporan The Times terbukti benar, kontroversi ini berpotensi menjadi salah satu isu paling besar dalam sejarah modern FIFA.

Dugaan bahwa penunjukan tuan rumah final Piala Dunia dikaitkan dengan dukungan politik terhadap calon presiden organisasi sepak bola dunia tentu akan memicu perdebatan panjang mengenai transparansi dan tata kelola FIFA di masa mendatang.

0 Komentar