“Kami harus menanggung biaya pajak yang sangat besar hanya karena berbasis di Amerika Serikat selama turnamen. Uang itu seharusnya menjadi hak pemain dan staf kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, Pangeran Ali juga mengungkapkan bahwa hingga kini FIFA belum membayarkan hadiah uang kepada tim nasional Yordania setelah tampil sebagai finalis Piala Arab FIFA yang berlangsung di Qatar.
Menurutnya, pembayaran tersebut telah tertunda sejak Desember tahun lalu.
Ia mempertanyakan mengapa FIFA masih menahan hak para pemain, sementara organisasi tersebut terus membanggakan cadangan dana miliaran dolar AS yang dimilikinya.
Baca Juga:Inter dan Juventus Mulai Bahas Pertukaran Davide Frattesi dengan Nico GonzalezIntip Titik Lemah Formasi 3-4-2-1 Amorim di AC Milan: Tak Punya Pemain Sayap yang Jago Menyerang dan Bertahan
“Kami masih menunggu hadiah uang sejak Desember. Sampai sekarang belum dibayarkan, padahal FIFA selalu mengatakan memiliki cadangan dana miliaran dolar,” tegasnya.
Bagian paling mengejutkan dari pernyataan Pangeran Ali adalah tudingan bahwa bantuan FIFA dikaitkan dengan dukungan politik terhadap Gianni Infantino.
Ia mengaku selama berbulan-bulan FIFA menolak membantu menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi Yordania.
Namun, saat Piala Dunia berlangsung, ia mengklaim mendapat pesan secara lisan bahwa federasinya akan memperoleh bantuan signifikan apabila bersedia mendukung Infantino.
“Selama Piala Dunia saya diberi tahu secara lisan bahwa jika saya mendukung Infantino, hal itu akan sangat membantu federasi kami,” ungkapnya.
Pangeran Ali menegaskan Yordania tidak akan mengorbankan prinsip demi memperoleh keuntungan.
“Di Yordania kami bangga menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Kami tidak mendukungnya sebelumnya dan kami juga tidak akan melakukannya sekarang. Situasi ini sama saja dengan pemerasan, dan kami menolak untuk menyerah,” tulisnya.
Baca Juga:UEFA, CONCACAF dan AFC Kompak Ingin Singkirkan Infantino: Dia Harus Lengser Lampard Ingin Pinjam Mudryk dari Chelsea, Disiapkan untuk Laga Pembuka Premier League Lawan Arsenal
Tuduhan tersebut menjadi pukulan baru bagi citra Gianni Infantino meski hingga kini belum ada tanggapan resmi dari FIFA maupun Infantino terkait pernyataan Pangeran Ali.
Namun, di tengah berbagai kritik yang terus bermunculan, tekanan terhadap orang nomor satu FIFA itu diperkirakan akan semakin besar dalam beberapa waktu ke depan.
