Pada jenjang perguruan tinggi, kondisinya juga masih menjadi perhatian. APS kelompok usia 19 hingga 23 tahun baru berada di angka 25 persen. Artinya, sekitar tiga dari empat pemuda di Kota Tasikmalaya belum melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Selain itu, hasil Verifikasi dan Validasi (Verval) ATS Pusdatin Kemendikdasmen yang dihimpun PW Pemuda Muhammadiyah Jawa Barat mencatat terdapat sekitar 7.520 Anak Tidak Sekolah di Kota Tasikmalaya. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.821 anak atau 37,51 persen telah terverifikasi, sedangkan 4.699 anak atau 62,49 persen masih masuk kategori backlog dan belum terverifikasi secara by name by address. (Ujang Nandar)
