“Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal membangun kemandirian keluarga dan kader posyandu dalam menerapkan pola makan bergizi bagi balita. Pendampingan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar upaya pencegahan stunting benar-benar memberikan dampak,” katanya.
Ia menambahkan, pemanfaatan pangan lokal dapat menjadi solusi yang efektif sekaligus terjangkau dalam memenuhi kebutuhan gizi anak.
Dengan demikian, keluarga tidak bergantung pada produk olahan yang harganya relatif lebih mahal, sementara potensi pangan lokal justru tersedia di sekitar mereka namun kerap belum dimanfaatkan secara optimal.
Baca Juga:Tambal Sulam Jalan Lingkar Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya Dimulai, Semoga AwetOJK Tasikmalaya Bentengi Guru dari Pinjol Ilegal dan Judi Online Lewat Program GENIUS
Melalui sinergi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader posyandu, dan masyarakat, diharapkan angka stunting di Kota Tasikmalaya dapat terus ditekan.
Sebab, memerangi stunting tidak cukup hanya dengan slogan, tetapi membutuhkan aksi nyata yang dimulai dari dapur keluarga. (rezza rizaldi)
