Selain biaya peminjaman, kedua klub juga menyepakati pembagian beban gaji pemain.
Openda memiliki gaji bersih sekitar €4 juta per musim, setara Rp80 miliar. Dalam kesepakatan ini, Juventus dan Lyon masing-masing akan menanggung 50 persen dari total gaji tersebut selama masa peminjaman berlangsung.
Skema tersebut dinilai menguntungkan kedua belah pihak. Juventus dapat mengurangi beban finansial sekaligus memberi kesempatan kepada sang pemain untuk mengembalikan performanya.
Baca Juga:Beppe Riso Ingin Temui Manajemen Inter Milan, Frattesi Buka Peluang Hijrah ke Liga InggrisJuventus Ngebut Datangkan Joshua Zirkzee, Ini Syarat yang Diminta Manchester United
Disisi lain, Lyon mendapatkan tambahan amunisi berpengalaman tanpa harus mengeluarkan biaya transfer permanen yang besar.
Setelah tiba di Lyon dan diperkenalkan sebagai pemain baru, Openda mengaku sangat antusias memulai petualangan barunya di Ligue 1.
“Saya mendengar banyak hal positif tentang klub ini dan juga kota Lyon. Saya berbicara cukup lama dengan pelatih yang menjelaskan filosofi permainannya dan bagaimana ia ingin memanfaatkan kemampuan saya. Kami sama-sama bersemangat,” ujar Openda.
Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran sejumlah pemain Belgia di skuad Lyon menjadi salah satu alasan yang membuatnya semakin yakin menerima tawaran tersebut.
“Saya juga berbicara panjang dengan para pemain Belgia yang ada di tim ini. Saya tidak sabar membangun kerja sama dengan mereka di lapangan. Sekarang saya hanya ingin segera bermain, membuat para pendukung bahagia, dan tentu saja membantu tim meraih kemenangan,” lanjutnya.
Kepergian Openda diyakini bukan menjadi akhir dari aktivitas Juventus di bursa transfer.
Bianconeri masih akan melepas beberapa pemain lain untuk memberikan ruang bagi wajah-wajah baru.
Baca Juga:Gasperini Inginkan Abde Ezzalzouli, Real Betis Minta AS Roma Bayar Rp1,2 TriliunBesiktas Urung Rekrut Mohamed Salah: Komisi Agen Jadi Biang Kerok
Selain terus mengejar Joshua Zirkzee, Juventus juga masih memantau perkembangan negosiasi terkait Randal Kolo Muani.
Luciano Spalletti menginginkan dua penyerang dengan karakter berbeda agar lini depan timnya lebih fleksibel menghadapi berbagai situasi pertandingan.
Di sektor lain, Juventus juga masih berusaha melepas beberapa pemain yang tidak lagi masuk rencana tim.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi klub untuk menjaga keseimbangan finansial sekaligus membangun skuad yang lebih kompetitif.
Dengan bursa transfer yang masih terbuka, perombakan besar di Allianz Stadium diperkirakan belum akan berhenti.
Openda menjadi nama terbaru yang harus angkat kaki, tetapi bukan tidak mungkin akan ada pemain lain yang segera menyusul demi membuka jalan bagi proyek baru Juventus di bawah kepemimpinan Luciano Spalletti.
