Gabung Colo-Colo, Kiper Tanjung Verde Dilarang Gunakan Nama Punggung Vozinha

Vozinha
Vozinha  Foto: Tangkapan layar Instagram@vozinha1 
0 Komentar

Di luar dugaan banyak pihak, Tanjung Verde mampu menciptakan salah satu kisah terbesar di Piala Dunia dengan lolos ke babak gugur tanpa sekalipun menelan kekalahan pada fase grup.

Performa terbaik Vozinha hadir pada laga pembuka melawan Spanyol.

Menghadapi deretan pemain bintang La Roja, ia tampil luar biasa dengan mencatatkan tujuh penyelamatan krusial yang menggagalkan sejumlah peluang emas lawan.

Berkat penampilannya, Tanjung Verde sukses menahan Spanyol dengan skor 0-0, sementara Vozinha dinobatkan sebagai Man of the Match.

Baca Juga:Pelatih AC Milan Halangi Transfer Yunus Musah ke LazioAS Roma dan Bologna Barter Striker: Santiago Castro Tukar Guling dengan Artem Dovbyk

Pada pertandingan kedua menghadapi Uruguay, ia kembali menjadi tembok kokoh di bawah mistar.

Berulang kali ia menggagalkan peluang lawan hingga Tanjung Verde mampu mencuri hasil imbang 2-2 yang sangat berharga.

Di laga terakhir Grup H melawan Arab Saudi, Vozinha kembali mencatatkan clean sheet setelah pertandingan berakhir 0-0. Hasil tersebut memastikan Tanjung Verde finis sebagai runner-up grup dan mencetak sejarah dengan lolos ke babak 32 besar pada penampilan perdana mereka di Piala Dunia.

Perjalanan luar biasa Tanjung Verde baru terhenti pada babak 32 besar saat berhadapan dengan Argentina.

Dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga babak tambahan waktu, Tanjung Verde akhirnya kalah tipis 2-3 pada 4 Juli 2026.

Meski harus memungut bola dari gawang sebanyak tiga kali, termasuk akibat gol Lionel Messi, penampilan Vozinha tetap menuai pujian.

Ia kembali mencatatkan tujuh penyelamatan sepanjang 120 menit pertandingan dan memaksa Argentina bekerja keras sebelum memastikan tiket ke babak berikutnya.

Baca Juga:Kasus Pirlo Buat Maldini dan Leonardo Tinggalkan Timnas Italia: Proyek Baru FIGC Berantakan Jurnalis Italia Sarankan AC Milan Pinjamkan Camarda dan Comotto ke Tim Serie B: Menit Bermain Lebih Penting 

Laga tersebut juga melahirkan rekor unik. Duel antara Lionel Messi yang saat itu berusia 39 tahun dan Vozinha yang telah menginjak usia 40 tahun menjadi pertandingan dengan gabungan usia tertinggi antara pencetak gol dan kiper yang dibobol dalam sejarah Piala Dunia, yakni 79 tahun 61 hari.

Secara keseluruhan, Vozinha membukukan 18 penyelamatan sepanjang turnamen dan menjadi salah satu kiper dengan performa paling mengesankan di Piala Dunia 2026.

Aksi heroiknya tidak hanya membawa nama Tanjung Verde dikenal dunia, tetapi juga mendongkrak popularitas pribadinya secara luar biasa.

Jumlah pengikut akun Instagram miliknya melonjak drastis, dari sekitar 50 ribu menjadi lebih dari 18 juta pengikut hanya dalam hitungan pekan setelah turnamen berakhir.

0 Komentar