“Sudah mendapatkan sepeda baru dari Toko Rizky. Donasi juga terus berdatangan, bahkan sudah dibelikan sembako untuk bekal beliau,” ujarnya.
Mang Dodow juga menceritakan kondisi kehidupan Aih yang jauh dari kata layak. Menurutnya, lansia tersebut tinggal di sebuah ruangan sempit dengan pencahayaan yang minim.
“Beliau tinggal di ruangan yang sempit. Tidurnya dekat pintu, ruangannya juga cukup gelap,” ungkapnya.
Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di DishubSoal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil Lebih
Di lokasi hilangnya sepeda Aih, dekat SMPN 3 Tasikmalaya, jika pa Aih selalu nongkrong di sana, biasanya Aih itu ada pada sore hari.
“Katanya kalau ada yang menyuruhnya selalu dikerjakan, menggunakan sepeda itu,” kata Dadang.
Dadang pun merasa kasihan, karena salah satu sepeda yang selalu digunakan Aih itu hilang diambil orang.
“Semoga saja ada pencurinya dan dikembalikan,” kata dia.
Potret kehidupan sederhana itu semakin menyentuh hati masyarakat. Bagi banyak orang, perjuangan Pak Aih menjadi pengingat bahwa masih ada sosok-sosok yang tetap bekerja keras meski usia tak lagi muda dan hidup dalam segala keterbatasan. (Ujang Nandar)
