“Saya memiliki tanggung jawab moral untuk tetap konsisten terhadap prinsip efisiensi anggaran. Perbedaan pilihan ini merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang sehat,” ucapnya.
Asep juga menilai masyarakat kini semakin kritis terhadap penggunaan anggaran publik. Karena itu, menurutnya, para penyelenggara negara harus memberikan contoh nyata dalam menerapkan pola hidup hemat.
Ia menegaskan, menghormati budaya dan melakukan efisiensi anggaran bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru dapat berjalan berdampingan untuk mewujudkan pemerintahan yang lebih efektif, hemat, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Baca Juga:Ulama dan Ormas Islam Datangi DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Ajukan Naskah Akademik Raperda Ketahanan KeluargaDisdikbud Kabupaten Tasikmalaya Sebut Pembangunan Kelas Baru SDN Kubangsari Taraju Belum Masuk Rencana
“Saya berharap langkah kecil ini menjadi pesan bahwa efisiensi anggaran harus dimulai dari para penyelenggara negara. Ketika masyarakat diminta hidup hemat dan anggaran publik harus digunakan seefektif mungkin, maka kami sebagai wakil rakyat juga harus memberikan teladan,” pungkasnya.
