Ia berharap peristiwa tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh organisasi perangkat daerah agar lebih cermat dalam mengelola informasi yang disampaikan kepada masyarakat.
“Kami berharap ini menjadi evaluasi bersama. Ke depan, setiap informasi yang dipublikasikan harus melalui perhatian yang lebih mendalam sehingga tidak lagi menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat. Kami juga berterima kasih karena Disnaker sudah mengakui kekeliruan dan menyampaikan permohonan maaf,” pungkas Miftah. (Ujang Nandar)
