CIPEDES, RADSIK – Kawasan Tugu Koperasi di Kota Tasikmalaya memasuki babak baru. Pemerintah bersama Kementerian Koperasi dan Kementerian Kebudayaan mencanangkan revitalisasi kawasan bersejarah tersebut, sekaligus mendorongnya menjadi pusat edukasi sejarah, budaya, hingga penggerak ekonomi kerakyatan.Pencanangan revitalisasi ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79, yang dilaksanakan di Tugu Koperasi Indonesia Jalan Moh Hatta Cipedes, Minggu (26/7/2026). Mengusung tema Koperasi Berdaya, Indonesia Berjaya, kawasan Tugu Koperasi diharapkan tidak sekadar menjadi monumen sejarah, tetapi kembali memiliki fungsi strategis bagi masyarakat.Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengatakan, keberadaan kawasan Tugu Koperasi memiliki nilai sejarah yang sangat penting bagi perjalanan gerakan koperasi di Indonesia. Menurutnya, kawasan tersebut akan direvitalisasi dan dikembangkan menjadi ruang yang mampu menghidupkan kembali potensi ekonomi kreatif serta kekuatan koperasi di Kota Tasikmalaya.”Nanti selain dipugar dan direvitalisasi, tempat ini akan kita fungsikan untuk bisa kembali menjadikan Tasikmalaya sebagai sentra tenun, sentra batik, bordir, dan sentra kerajinan lainnya,” kata Ferry.Ia berharap, kawasan Tugu Koperasi nantinya tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Tasikmalaya. Lebih jauh, kawasan tersebut diharapkan menjadi ikon atau landmark baru Jawa Barat hingga tingkat nasional.”Tempat ini sangat bersejarah. Bukan hanya sebagai tempat bersejarah, tapi akan kita jadikan tempat untuk memulai kembali gerakan koperasi dan gerakan membangkitkan ekonomi rakyat,” ujarnya.Ferry menjelaskan, pengembangan koperasi menjadi salah satu bagian penting dalam upaya memperkuat perekonomian nasional. Koperasi yang telah berkembang di berbagai sektor, mulai produksi, distribusi, industri hingga keuangan, akan terus diperkuat dan dikolaborasikan dengan badan usaha swasta maupun BUMN.Termasuk melalui pengembangan program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program tersebut diharapkan mampu membangun ekosistem ekonomi bersama koperasi yang telah lebih dahulu tumbuh di tengah masyarakat.”Harapannya, operasionalisasi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang membangun ekosistem bersama koperasi yang sudah ada lebih dulu, akan menjadi kekuatan baru ekonomi Indonesia,” katanya.Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi menyambut baik pencanangan revitalisasi tersebut. Ia menyebut, kehadiran Menteri Koperasi, Menteri Kebudayaan, dan Wakil Menteri Kebudayaan menjadi sebuah kebanggaan sekaligus momentum penting bagi Kota Tasikmalaya.”Ini sebuah kebanggaan. Terima kasih Pak Menteri Koperasi, Pak Menteri Kebudayaan, dan Bu Wamen yang telah hadir di sini mencanangkan revitalisasi kawasan Tugu Koperasi,” kata Viman.Ia menegaskan, revitalisasi tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik. Lebih dari itu, kawasan tersebut harus menjadi ruang untuk menanamkan nilai sejarah kepada generasi muda sekaligus menjadi pusat aktivasi ekonomi dan inkubasi koperasi.”Pekerjaan rumah kita ke depan, jangan sampai hari ini hanya sampai hari ini. Yang kita jaga adalah bagaimana sejarah bangsa ini betul-betul bisa menumbuhkan semangat di anak-anak kita, di anak-anak SD dan SMP. Tempat ini juga harus menjadi tempat aktivasi ekonomi dan inkubasi,” tuturnya.Viman menambahkan, Pemkot Tasikmalaya terus mendorong agar kawasan Tugu Koperasi dapat ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Dengan begitu, keberadaan kawasan tersebut diharapkan semakin kuat sebagai bagian dari sejarah perjalanan koperasi di Indonesia.Di sisi lain, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan, pencanangan revitalisasi Kawasan Tugu Koperasi merupakan langkah strategis pemerintah untuk melestarikan kawasan bersejarah sekaligus memperkuat nilai-nilai ekonomi kerakyatan berbasis koperasi.Revitalisasi, kata dia, tidak hanya berfokus pada penataan fisik kawasan. Namun juga diarahkan untuk memperkuat fungsi edukasi, budaya, dan ekonomi masyarakat.”Kawasan Tugu Koperasi diharapkan dapat berkembang menjadi destinasi edukasi sejarah sekaligus daya tarik wisata budaya. Pada saat yang sama, kawasan ini menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat koperasi sebagai salah satu pilar ekonomi kerakyatan,” papar Fadli.Dengan dukungan pemerintah pusat, Pemprov Jawa Barat, Pemkot Tasikmalaya, gerakan koperasi, serta partisipasi masyarakat dan dunia usaha, revitalisasi Tugu Koperasi diharapkan menjadi titik awal kebangkitan baru ekonomi kerakyatan dari Kota Tasikmalaya.(Firgiawan)
Diproyeksi Jadi Penggerak Ekonomi Kota Tasikmalaya, Canangkan Tugu Koperasi Direvitalisasi
