Pirlo Kandidat Terkuat Pelatih Italia Jika Maldini Gagal Rayu Guardiola

Andrea Pirlo
Andrea Pirlo Foto: Tangkapan layar Instagram@andreapirlo21
0 Komentar

RADARTASIK.ID – Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) masih menjadikan Pep Guardiola sebagai target utama untuk mengisi kursi pelatih Timnas Italia.

Namun, jika pelatih asal Spanyol itu akhirnya menolak tawaran tersebut, nama Andrea Pirlo disebut-sebut menjadi kandidat terkuat untuk memimpin era baru Gli Azzurri.

Hal itu mengemuka setelah konferensi pers perdana jajaran baru FIGC yang dipimpin Presiden Giovanni Malagò bersama Direktur Teknik Paolo Maldini dan penasihat teknis Leonardo.

Baca Juga:Presiden Torino Tak Setuju dengan Ide Maldini Bangkitkan Timnas Italia: Sindir Target Jangka Panjang FIGCMaldini Akui Lebih Dahulu Rayu Ancelotti sebelum Guardiola untuk Jadi Pelatih Timnas Italia

Dalam kesempatan tersebut, keduanya memaparkan visi besar untuk membangun kembali kejayaan sepak bola Italia, termasuk proses pencarian pelatih kepala baru.

Paolo Maldini menegaskan bahwa federasi belum mengubah target utama mereka. Guardiola tetap menjadi sosok yang paling diinginkan untuk memimpin Timnas Italia.

“Idealnya kami bisa menyelesaikan penunjukan pelatih pekan ini. Namun yang lebih penting adalah mendapatkan orang yang benar-benar kami inginkan. Ada rasa mendesak, tetapi kami juga tidak ingin terburu-buru,” kata Maldini.

Pernyataan itu memperkuat kabar bahwa FIGC masih terus melakukan pendekatan kepada mantan pelatih Manchester City tersebut.

Belakangan muncul rumor bahwa Guardiola meminta gaji mencapai €20 juta per tahun. Dengan kurs €1 = Rp20.000, angka tersebut setara sekitar Rp400 miliar per musim.

Namun, Maldini membantah kabar tersebut.

Menurut legenda AC Milan itu, persoalan finansial bukanlah hambatan utama dalam negosiasi dengan Guardiola.

“Bagi Pep, aspek ekonomi sama sekali bukan persoalan yang menentukan,” tegas Maldini.

Baca Juga:AS Roma Gagal Rekrut Summerville dan Garnacho, Antonio Nusa Jadi Impian Terakhir Gasperini Arsenal Bidik Pemain Buangan PSG, Rodri Ingin Gabung Real Madrid 

Justru yang menjadi pertimbangan Guardiola adalah keinginannya untuk beristirahat dari dunia kepelatihan setelah bertahun-tahun menangani klub-klub elite Eropa.

Sebelumnya, Guardiola memang sempat mengisyaratkan ingin mengambil jeda sebelum menerima tantangan baru.

Dalam konferensi pers yang sama, Maldini juga mengungkap fakta menarik mengenai proses pencarian pelatih baru Timnas Italia.

Sebelum melakukan pendekatan kepada Guardiola, FIGC ternyata lebih dahulu berbicara dengan Carlo Ancelotti.

“Kami tidak bisa menyembunyikan bahwa sebelum berbicara dengan Pep Guardiola, kami lebih dulu berdiskusi dengan Carlo Ancelotti. Kami merasa penting untuk berbicara dengan pelatih-pelatih terbaik di dunia,” ungkap Maldini.

Pengakuan tersebut menunjukkan bahwa FIGC benar-benar melakukan seleksi terhadap nama-nama paling bergengsi sebelum menentukan pilihan.

0 Komentar