PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Lahan sawah di beberapa kecamatan di Kabupaten Pangandaran, terancam mengalami kekeringan. Hal ini dampak musim kemarau yang membuat suplai air dari Bendungan Manganti semakin sedikit.tasik
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pangandaran Yadi Gunawan mengaku belum menerima laporan gagal panen di Kabupaten Pangandaran. Akan tetapi, sejumlah area pesawahan milik petani sudah kekurangan pasokan air. Sehingga sawah tersebut mengalami retak-retak.
Ia mengatakan, bahwa pasokan air dari Bendungan Manganti (Citanduy), yang biasa digunakan untuk mengairi sawah, saat ini sudah semakin berkurang.
Baca Juga:Viral Video Tindakan Asusila di Jalan HZ Mustofa, Lurah dan Satpol PP Kota Tasikmalaya Cari PelakunyaArah Pengelolaan Parkir di Kota Tasikmalaya Dinilai Semakin Tidak Efektif, Satgas Akan Menambah Pembiayaan
“Karena debit airnya yang semakin menurun, biasanya debit airnya 5 kubik per detik, itu juga digilir, antara Jawa Tengah dan Jawa Barat,” jelasnya.
Kata Yadi, saat ini ada 50 persen pesawahan yang memakai sistem irigasi. Dari total luas lahan sekitar 18 ribu hektare dan rata-rata berada di wilayah utara Pangandaran, seperti Padaherang, Mangunjaya dan Kalipucang.
Sementara sebagian lagi merupakan sawah tada hujan, terutama di wilayah bagian selatan Pangandaran.
“Yang gagal panen memang belum ada laporan, tapi yang kondisinya retak-retak (kekeringan) sudah ada. Itu di tiga kecamatan yakni Padaherang, Kalipucang dan Mangunjaya, itupun masih ringan,” jelasnya.
Luas sawah yang kekeringan seluas 52 hektare, Padaherang 29 hektare dan Mangunjaya 10 hektrae.
Yadi mengatakan, pihaknya sudah memberikan bantuan berupa pompa air, untuk mengairi pesawahan yang kini mulai mengering.
Menurut dia, jika terjadi gagal panen dalam musim kemarau panjang saat ini. Tidak akan berpengaruh pada tingkat konsumen. Namun kerugian akan dialami oleh petani.”Karena Pangandaran surplus beras,” jelasnya.(Deni Nurdiansah)
