Jangan Hanya Berpikir Keuntungan! Pelaku Usaha Wisata Air di Pantai Pangandaran Harus Perhatikan Keselamatan

Pelaku usaha water sport pantai pangandaran
Aktivitas usaha jasa wahana wisata air di Pantai Timur Pangandaran, belum lama ini.
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Setiap aktivitas usaha pada dasarnya selalu memperhitungkan sisi keuntungan, termasuk di kawasan wisata Pantai Pangandaran. Kendati demikian, keselamatan harus tetap dikedepankan sebagai bagian dari pelayanan.

Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pangandaran mengingatkan pengusaha wisata air, untuk memperhatikan keselamatan.

Hal itu setelah adanya insiden kecelakaan yang melibatkan dua unit jet ski di kawasan wahana water sport Pantai Timur Pangandaran saat momen libur sekolah pada 5 juli 2026 lalu.

Baca Juga:Diky Candra Dorong Lansia di Kota Tasikmalaya Tetap ProduktifPemangkasan TPP ASN Pemkot Tasikmalaya Diusulkan 40%

Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa, peristiwa itu menjadi perhatian Disparbud sebagai bahan evaluasi terhadap penyelenggaraan wahana wisata air

Kepala Disparbud Kabupaten Pangandaran Dadan Sugista mengatakan, pihaknya selama ini sudah melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap seluruh pelaku usaha water sport.

“Jadi pelaku usaha water sport sudah kita lakukan pembinaan dan pengawasan, terutama soal keselamatan,” katanya kepada Radar Rabu (22/7/2026).

Menurutnya, pembinaan tersebut mulai dari kelayakan peralatan, standar keselamatan (safety), hingga kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang mengoperasikan wahana.

Disparbud pun terus mendorong agar seluruh pemandu maupun pengemudi jet ski memiliki sertifikat kompetensi dan izin yang diterbitkan oleh Syahbandar.

“Mereka harus punya sertifikat pemandu atau sertifikasi mengemudi alat dari Syahbandar dan itu sedang kita dorong,” ujarnya.

Selain itu, pelaku usaha juga diingatkan untuk menjalankan operasional wahana sesuai standar dan prosedur keselamatan yang berlaku.

Baca Juga:Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota TasikmalayaKasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak Pedas

Terkait kecelakaan yang terjadi, Dadan menilai insiden tersebut merupakan ranah pengelola wahana. Ia menduga faktor kelalaian atau human error menjadi satu penyebab terjadinya tabrakan antardua jet ski tersebut. “Setelah kejadian itu pun kita sudah mengingatkan untuk berhati-hati dalam melakukan aktivitas wahana water sport,” ungkapnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar