“Untuk di kedusunan itu sepertinya belum ada rencana pembangunan kelas baru, karena jumlah input siswanya secara keseluruhan masih sedikit,” jelasnya.
Sebelumnya, kondisi kelas jauh SDN Kubangsari menjadi perhatian karena puluhan siswa harus belajar di bangunan bekas rumah panggung yang kondisinya memprihatinkan.
Bangunan berukuran sekitar 5 x 4 meter itu berdinding bilik bambu dan berlantai papan kayu yang sebagian sudah lapuk. Di ruangan tersebut, siswa kelas 1 dan kelas 2 belajar secara bersamaan tanpa sekat pemisah.
Baca Juga:SDN Kubangsari Kecamatan Taraju Kabupaten Tasikmalaya Rusak Berat, Siswa Belajar di MadrasahMantapkan Langkah Menuju Kemenangan, Ini Target PAN Kabupaten Tasikmalaya
Kondisi semakin sulit ketika musim hujan tiba. Atap bangunan yang telah menua sering mengalami kebocoran sehingga air masuk ke dalam ruangan dan mengganggu aktivitas belajar mengajar. Meski berada dalam keterbatasan sarana dan prasarana, para siswa tetap bersemangat mengikuti pelajaran setiap hari demi memperoleh pendidikan. (yfi)
