Batik Tasikmalaya Diteliti Akademisi UPI dan Peneliti Malaysia, Pemkot Berharap Bisa Lebih Berkembang

Penelitian Batik Tasikmalaya
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi bersama perwakilan UPI dan UiTM Malaysia menunjukkan hasil rekayasa batik berbahan ramah lingkungan dalam kegiatan kolaborasi pengembangan industri kreatif batik di Kompleks Gedung PPIK, Jalan Letjen Mashudi, Senin (22/7/2026). (diskominfo Kota Tasikmalaya)
0 Komentar

‎”Bagaimana batik ini berdampak ekonomi, berdampak ke lingkungan. Kita diskusi hal tersebut sampai nanti apa yang bisa dilakukan melalui jurnal penelitian dan kajian-kajian yang sudah ada,” ujarnya.

‎Sementara itu, perwakilan UiTM Malaysia, Badrul Isa, mengapresiasi kolaborasi yang dibangun bersama Pemkot Tasikmalaya dan UPI. Menurutnya, Tasikmalaya memiliki potensi besar dalam industri kerajinan, khususnya batik, sehingga dinilai tepat menjadi lokasi pengembangan model industri kreatif berkelanjutan.

‎”Saya melihat usaha yang dilaksanakan secara kolaboratif memberikan impak yang bagus kepada penduduk, khususnya dalam industri kerajinan batik,” katanya.

Baca Juga:Imbalan 5% Tidak Berubah, Vendor Desak Pembentukan Satgas Penertiban Parkir di Kota TasikmalayaKasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak Pedas

‎Badrul menilai aspek environment, social, and governance (ESG) perlu menjadi perhatian dalam pengembangan industri kerajinan, baik di Indonesia maupun Malaysia. Menurutnya, peningkatan ekonomi harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab terhadap lingkungan.

‎”Kita nak jadikan Kota Tasikmalaya ini sebagai Tasik contoh, sebagaimana dihasratkan oleh Pak Wali, untuk melihat bagaimana keuntungan perekonomian tanpa meninggalkan alam sekitar,” ujarnya.

‎Dia berharap hasil riset yang dilakukan bersama UPI dan Pemkot Tasikmalaya dapat melahirkan model pengembangan industri kreatif yang dapat diterapkan secara lokal. Edukasi kepada para pengrajin dan pelaku usaha juga dinilai penting agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh seiring dengan upaya meningkatkan keuntungan usaha.

‎Badrul menyebut Tasikmalaya dipilih karena memiliki potensi kerajinan yang tinggi dan sumber daya alam yang beragam. Karena itu, pihaknya ingin mendorong Tasikmalaya menjadi contoh kota yang mampu mengembangkan perekonomian dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan. “Jadi bukan mudah untuk memberi pendidikan kepada pengusaha, tetapi kita akan coba lahirkan dan zahirkan usaha itu secara perlahan-lahan,” katanya.

‎Menurut dia, upaya tersebut membutuhkan dukungan banyak pihak. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan inovasi sekaligus memastikan pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan dan keberlanjutan generasi mendatang.(Firgiawan)

0 Komentar