Dampak Kemarau, 8 Kebakaran Lahan Terjadi di Kota Tasikmalaya dalam 3 Pekan

kebakaran lahan kota tasikmalaya, musim kemarau
Data grafis jumlah kasus kebakaran lahan, sumber: BPBD Kota Tasikmalaya
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Musim kemarau mulai meningkatkan potensi kebakaran lahan di Kota Tasikmalaya. Berdasarkan data Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tasikmalaya, tercatat delapan kasus kebakaran hutan/lahan selama periode 1-18 Juli 2026.

‎Kebakaran tersebut tersebar di sejumlah wilayah. Di antaranya terjadi di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari; Kelurahan Sukamulya dan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari; Kelurahan Indihiang, Kecamatan Indihiang; Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung; serta Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang.

‎Dari data yang dihimpun, petugas harus menjangkau lokasi dengan jarak yang bervariasi dari markas pemadam. Titik kebakaran terjauh tercatat berada di Kelurahan Tamanjaya, Kecamatan Tamansari, dengan jarak sekitar 11,2 kilometer dan waktu tempuh 18 menit. Sementara akses menuju lokasi kebakaran di Kelurahan Cikalang, Kecamatan Tawang, juga terbilang sulit.

Baca Juga:Kasus Diare Kota Tasikmalaya Tembus 11.115, Ada yang Karena Seblak PedasImbalan Urus Parkir 5% Diatur Perwalkot, Dishub Kota Tasikmalaya Sebut Itu Sudah Disepakati dalam Kerja Sama

‎Kepala Bidang Kebakaran dan Penyelamatan BPBD Kota Tasikmalaya, Erik Yowanda, mengatakan kondisi lahan yang mengering saat musim kemarau membuat api lebih mudah menyebar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

‎”Kami menerima laporan dari warga mengenai api yang tiba-tiba membesar di lahan terbuka. Anggota segera bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Namun, karena titik api tersebar di beberapa lokasi dengan jarak yang cukup berjauhan, personel kami cukup kewalahan di lapangan,” ujar Erik, Selasa (21/7/2026).

‎Menurutnya, kebakaran lahan umumnya berpotensi dipicu oleh aktivitas manusia. Mulai dari membuang puntung rokok sembarangan hingga membakar sampah di sekitar lahan yang kering.

‎Untuk mengantisipasi meluasnya kobaran api, petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke sejumlah titik kejadian. Penanganan dilakukan secepat mungkin agar api tidak merembet ke permukiman maupun bangunan di sekitar lokasi.

‎Meski terjadi delapan kasus kebakaran lahan sepanjang periode tersebut, data BPBD mencatat tidak terdapat korban meninggal dunia, luka bakar maupun luka fisik lainnya akibat kejadian tersebut.

‎BPBD pun mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran terbuka selama kondisi kemarau. Termasuk tidak meninggalkan api atau bara setelah membakar sampah.

‎”Jangan anggap sepele api kecil. Dalam kondisi lahan kering, api bisa dengan cepat membesar dan merambat. Kami mengimbau masyarakat segera melaporkan jika melihat titik api agar bisa ditangani secepatnya,” kata Erik.

0 Komentar