3 Hari Pencarian Belum Juga Ditemukan, Wisatawan Bandung Tenggelam di Pantai Pangandaran

wisatawan bandung tenggelam di pantai pangandaran
Tim melaksanakan apel usai proses pencarian hari ke-3 wisatawan asal Bandung yang belum ditemukan, Minggu (19/7/2026).
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID– Salah seorang wisatawan asal Bojongsoang Kabupaten Bandung bernama Muhammad Rizki (20), hilang tenggelam di Pantai Barat Pangandaran sejak hari Jumat (17/7/2026). Setelah pencarian selama tiga hari, korban masih belum juga ditemukan.

Dari informasi yang dihimpun Radar, korban hilang setelah melakukan aktivitas berenang menjelang waktu magrib, sekitar pukul 17:40 bersama dua rekannya, Jatmiko (21) dan Rian,

Berdasarkan keterangan saksi mata di lokasi, Panji mengatakan petugas pantai sudah memberikan peringatan keras agar ketiga wisatawan tersebut untuk segera menyudahi aktivitas mereka karena kondisi laut sore hari relatif berbahaya. Namun, imbauan tersebut diduga terlambat direspons hingga ombak besar datang mendadak dan menyeret ketiganya ke tengah laut.

Baca Juga:Kolaborasi MBK Ventura dan Baznas, Serahkan Bantuan di Ciawi Tasikmalaya dan Berikan Edukasi Kepada MasyarakatKerja Sama Urusan Retribusi Parkir Tak Masuk Logika, Potensinya Malah Rugi

Aksi penyelamatan berlangsung dramatis oleh nelayan setempat yang memacu perahunya dan berhasil menarik Jatmiko dan Rian ke atas perahu. Saat itu, satu tangan Rizki masih sempat terlihat melambaikan tangan di permukaan air.

Terbatasnya kapasitas perahu di tengah situasi yang mendesak, nelayan harus membawa dua korban selamat ke tepian terlebih dahulu. Ketika nelayan kembali ke titik semula untuk menjemput Rizki, tubuh pemuda berusia 20 tahun tersebut sudah hilang menyisakan pemandangan gulungan ombak.

Kasat Polairud Polres Pangandaran, AKP Anang Tri Sodikin mengatakan, operasi hari ketiga ini dimulai sejak pukul 07:00 dengan pola pergerakan yang lebih masif. Pihak keluarga korban juga turut hadir memantau jalannya proses penyisiran di lapangan.

“Hari ini adalah pencarian hari ketiga. Pola pencarian atau Crisis Border (CB) kita perluas dibanding hari sebelumnya. Untuk penyisiran ke arah barat, tim bergerak hingga ke kawasan Kampung Turis. Sementara untuk arah timur, penyisiran diperluas sampai ke wilayah Cagar Alam,” ungkapnya Minggu (19/7/2026).

Dalam operasi ini, tim gabungan membagi strategi menjadi dua jalur utama guna memaksimalkan pemantauan visual di sepanjang kawasan pantai.

”Untuk jalur pesisir pantai, kami mengerahkan kendaraan roda empat (4×4) untuk menyisir area pasir. Sedangkan untuk pemantauan di laut, petugas menggunakan perahu katir dan jet ski guna menjangkau area gelombang,” tuturnya.

Pencarian hingga hari ketiga masih nihil, kendati demikian, kekuatan armada penyelamat akan terus disesuaikan dengan kebutuhan dan perkembangan kondisi cuaca di lapangan. (Deni Nurdiansah)

0 Komentar