“Saya bermain di tiga Piala Dunia. Yang pertama ketika berusia 20 tahun. Itu luar biasa karena Brasil menjadi juara setelah mengalahkan Jerman di final. Itu adalah kenangan terbaik dalam hidup saya,” ungkapnya.
Ia mengaku sempat mengira menjuarai Piala Dunia adalah sesuatu yang mudah. Namun pengalaman berikutnya mengubah pandangannya.
“Pada 2006 kami justru tersingkir di perempat final oleh Prancis. Saya mencetak gol pertama Brasil di turnamen itu saat melawan Kroasia, tetapi akhirnya kami gagal. Lalu pada 2010 kami kembali tersingkir di perempat final setelah kalah dari Belanda. Dari situ saya benar-benar memahami betapa sulitnya memenangkan Piala Dunia,” tuturnya.
Baca Juga:Spanyol vs Argentina: Laporte Minta Wasit Waspadai Permainan Kotor AlbicelesteJuventus Rela Korbankan Thuram demi Davide Frattesi
Mantan gelandang kreatif itu juga menegaskan bahwa mengenakan seragam Timnas Brasil merupakan kebanggaan sekaligus tanggung jawab yang sangat besar.
“Mewakili Brasil adalah sesuatu yang sangat spesial. Anda bermain bukan hanya untuk diri sendiri atau keluarga, tetapi juga membawa harapan seluruh rakyat Brasil. Semua orang berharap Anda menang, dan itulah yang membuat pengalaman ini begitu istimewa,” terangnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kaka juga mengenang sosok David Beckham, mantan rekan setimnya di AC Milan.
“Saat Beckham datang ke Milan, suasana ruang ganti sangat antusias. Kami bermain di posisi yang hampir sama dan rasanya seperti mimpi ketika dia bergabung. David mengajarkan banyak hal kepada saya. Apa pun yang dia lakukan selalu berkualitas tinggi, baik di dalam maupun di luar lapangan. Itu menjadi inspirasi besar bagi saya,” sanjungnya.
Menjelang final, Kaka memahami tekanan besar yang dirasakan para pemain Spanyol maupun Argentina.
“Menjelang pertandingan seperti ini, emosi pasti naik turun. Ada saat merasa percaya diri, ada juga rasa takut. Yang terpenting adalah menjaga keseimbangan emosi, memberikan kemampuan terbaik, dan menikmati momen itu. Tidak banyak pemain yang memiliki kesempatan bermain di final Piala Dunia,” tutup Kaka.
Final Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Argentina akan berlangsung pada Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB di Stadion MetLife, East Rutherford, Amerika Serikat.
Baca Juga:Panucci Setuju Pirlo Latih Timnas Italia: Dia Pintar Bekerja dengan Pemain MudaJurnalis Italia: Transfer Zeki Celik Balas Dendam Terindah Massara ke AS Roma
Pertandingan tersebut diprediksi menjadi duel sengit antara generasi emas Spanyol dan Argentina yang berambisi mempertahankan dominasinya di sepak bola dunia.
