“Di sini perlu adanya upaya peningkatan pengetahuan dan keterampilan kader dalam penatalaksanaan pencegahan rupture perineum di wilayah kerja Puskesmas Parakannyasag Kota Tasikmalaya,” ujarnya.
Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya tidak hanya menjalankan salah satu tridarma perguruan tinggi, tetapi juga memberikan edukasi kepada kader Posyandu mengenai cara meneran efektif melalui video Carentik.
“Melatih kader dalam melakukan cara meneran efektif sehingga dapat disampaikan ilmunya kepada ibu hamil. Melatih kader teknik memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang cara meneran efektif,” katanya.
Baca Juga:Dituding Sebabkan Kekeringan Irigasi Pertanian di Tasikmalaya, BBWS Citanduy Beri Penjelasan BeginiSaat Bupati dan Wakil Tidak Berebut Cahaya
Hasil evaluasi menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan kader setelah mengikuti pelatihan. Sebelum pendidikan kesehatan, sebanyak 40 kader atau 74 persen memiliki kategori pengetahuan baik, 11 orang atau 20,4 persen kategori cukup, dan tiga orang atau 5,6 persen kategori kurang, dengan rata-rata nilai 79,03 persen.
Setelah pelatihan, sebanyak 50 kader atau 92,6 persen masuk kategori baik, empat orang atau 7,4 persen kategori cukup, dan tidak ada lagi kader dengan kategori kurang. Rata-rata nilai pengetahuan meningkat menjadi 91,1 persen.
“Setelah dilakukan pelatihan dan pendidikan kesehatan, terdapat peningkatan pengetahun dan keterampilan kader dalam melakukan cara meneran efektif. Kader juga dapat mempraktekkan teknik memberikan penyuluhan kesehatan khususnya tentang cara meneran efektif,” ujarnya. (Fatkhur Rizqi)
