Pada akhir musim, namanya tercatat sebagai Runner-up Nasional National Championship Racing Adventure Kelas G4 (FFA) IOF 2025.
Prestasi yang tidak datang dalam semalam. Melainkan dibangun dari empat musim kompetisi. Dari latihan. Dari evaluasi. Dari kegagalan. Dan dari keberanian mencoba lagi.
Melihat perjalanan Malik, sulit memisahkan antara dunia profesional, olahraga, dan politik. Ketiganya memiliki pola yang sama. Di perusahaan, ia belajar mengelola sistem. Di lintasan offroad, ia belajar mengelola risiko. Di politik, ia akan belajar mengelola harapan.
Baca Juga:Bupati yang Memilih Risiko!Rumah Penjual Es Teh di Cilembang Digeledah Densus 88, RW Sebut Polisi Amankan Senpi hingga Buku
Harapan masyarakat. Harapan generasi muda. Harapan partai yang kini menjadi rumah barunya.
Usia 32 tahun bukan akhir perjalanan.
Justru sebaliknya. Ia baru memasuki tanjakan yang lebih panjang. Politik tidak memiliki garis finish seperti perlombaan offroad.
Tidak ada bendera kotak-kotak yang menandai kemenangan terakhir. Yang ada hanyalah ujian yang datang silih berganti.
Dan mungkin, semua pengalaman yang telah dilaluinya—memimpin operasional transportasi, membangun organisasi, hingga bertarung di medan berlumpur—adalah bekal untuk menghadapi ujian itu.
Selamat ulang tahun, Malik Mahpud. Semoga usia baru bukan sekadar bertambah angka. Tetapi juga memperluas manfaat.
Sebab pada akhirnya, seorang pemimpin tidak dikenang karena berapa usianya. Melainkan karena jejak yang ia tinggalkan. (red)
