Rumah Penjual Es Teh di Cilembang Digeledah Densus 88, RW Sebut Polisi Amankan Senpi hingga Buku

Penggeledahan Densus 88 Tasikmalaya Tag SEO (dipisah koma):
Densus 88 Anti Teror dan pihak Kepolisian Polres Tasikmalaya Kota saat menggeledah sebuah rumah di Kampung Gunung Koneng Kelurahan Cilembang Kecamatan Cihideung, Minggu (12/7/2026). (Ujang Nandar / radartasik.id)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Penyelidikan kasus ledakan di kawasan Kompleks Olahraga Dadaha mulai merambah ke sebuah rumah di Kampung Gunung Koneng, Kelurahan Cilembang, Kecamatan Cihideung, Minggu (12/7/2026).

Tim Densus 88 Anti Teror, didampingi Polres Tasikmalaya Kota dan Brimob menggeledah rumah seorang pria berinisial D, yang disebut baru sekitar dua bulan tinggal di lingkungan tersebut.

Ketua RT 13 Kampung Gunung Koneng, Yedi Nurban (52), mengatakan penggeledahan berlangsung sejak sekitar pukul 13.30 WIB hingga 15.45 WIB.

Baca Juga:Penggeledahan Densus 88 Berawal dari Ledakan di Dadaha, Ini Kronologi Lengkapnya!Bupati Eksekutor!

Kehadiran personel Gegana membuat warga sekitar terkejut karena operasi dilakukan dengan pengamanan ketat.

“Yang datang bukan polisi biasa, ada Gegana dan lainnya. Warga tentu kaget,” ujar Yedi kepada Radar.

Menurut Yedi, pria berinisial D diketahui tinggal di rumah tersebut bersama istrinya yang merupakan warga setempat. Selama ini, D dikenal bekerja sebagai pedagang es teh di kawasan Cicurug.

“Baru sekitar dua bulan tinggal di sini. Setahu saya dagang es teh. Orangnya juga jarang beraktivitas di lingkungan dan tidak terlalu bersosialisasi, jadi saya tidak begitu mengenalnya,” katanya.

Saat proses penggeledahan berlangsung, Yedi mengaku melihat aparat membawa sejumlah barang dari dalam rumah. Ia memperkirakan ada sekitar 12 item barang bukti yang diamankan.

“Yang saya lihat ada senjata api, peluru mimis, belati, sama buku-buku. Kurang lebih sekitar 12 item dibawa petugas,” ungkapnya.

Meski demikian, hingga kini kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai status hukum penghuni rumah maupun keterkaitan barang-barang yang diamankan dengan kasus ledakan di Dadaha.

Baca Juga:Ketika Babi dan Kera Masuk Pidato!Nanang Aci Akhirnya Sampai: Dari Plt Abadi Menjadi Kadis Sejati!

Seluruh barang yang dibawa masih menjadi bagian dari proses penyelidikan. Sebelumnya diberitakan, ledakan keras mengguncang kawasan SOR Dadaha pada Sabtu malam (11/7/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

Peristiwa itu bermula dari keributan antarpedagang yang kemudian disusul suara dentuman keras dari belakang lokasi.

Hasil olah tempat kejadian perkara mengungkap temuan sejumlah material yang diduga berkaitan dengan bahan peledak rakitan, di antaranya pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai beserta rangkaian kabel, remote alarm, hingga material aluminium yang diduga digunakan sebagai antena.

Penyelidikan pun berkembang. Dari lokasi ledakan, aparat kini menelusuri dugaan keterkaitan sejumlah pihak melalui penggeledahan di Kecamatan Cihideung.

0 Komentar