TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Ratusan warga Kampung Cibongas, Desa Cibongas, Kecamatan Pancatengah, mendatangi Kantor Kecamatan Pancatengah sebagai bentuk protes terhadap rencana perbaikan ruas Jalan Ciwatin–Kalapagenep.
Warga menuntut pemerintah memperbaiki sekitar 800 meter ruas jalan yang melintasi Kampung Cibongas dan dikabarkan tidak masuk dalam pekerjaan hotmix.
Dalam aksi tersebut, warga membakar ban di tengah jalan di depan kantor kecamatan serta menutup akses jalan. Aksi itu juga beredar luas di media sosial Facebook yang memperlihatkan ratusan warga meluapkan kekecewaan karena ruas jalan di wilayah mereka diduga tidak termasuk dalam proyek perbaikan, sementara ruas lain di jalur yang sama akan diperbaiki.
Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029
Masyarakat mendatangi kantor kecamatan untuk meminta kepastian terkait informasi mengenai proyek perbaikan ruas Jalan Ciwatin–Kalapagenep yang menjadi salah satu dari 32 ruas jalan kabupaten yang akan ditangani pemerintah daerah.
Warga mengaku menerima informasi bahwa sekitar 800 meter ruas jalan di Kampung Cibongas tidak masuk dalam pekerjaan perbaikan. Kondisi tersebut memicu kekecewaan karena dinilai tidak memberikan perlakuan yang sama terhadap seluruh wilayah yang dilalui proyek.
“Kami hanya ingin mendapat penjelasan yang pasti. Jika benar ruas jalan di kampung kami tidak diperbaiki, tentu kami mempertanyakan dasar kebijakannya,” ujar salah seorang warga di lokasi aksi.
Camat Pancatengah, Mumud, mengatakan persoalan tersebut masih dalam proses dan akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.
Di tengah aksi, para tokoh masyarakat juga mengimbau warga agar tetap menjaga situasi tetap kondusif, tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum, serta mengedepankan dialog untuk mencari solusi terbaik.
Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai status perbaikan ruas jalan di Kampung Cibongas. Mereka juga menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut. Apabila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan maupun realisasi sesuai harapan masyarakat, aksi lanjutan dengan jumlah peserta yang lebih besar disebut berpotensi kembali digelar.
Menanggapi aksi tersebut, Bupati Tasikmalaya Cecep Nurul Yakin menemui langsung masyarakat Kampung Cibongas. Dalam unggahan di media sosialnya, Cecep menjelaskan bahwa pinjaman daerah sebesar Rp230 miliar digunakan untuk penanganan 32 ruas jalan, termasuk Ruas Jalan Ciwatin–Kalapagenep.
