Aksi Ratusan Kuda Balap di Event IHR 2026 Jadi Hiburan Warga di Pangandaran

indonesia\'s horse racing
Sejumlah peserta pacuan kuda Indonesia\'s Horse Racing (IHR) 2026 bersaing dalam kejuaraan yang diselenggarakan di Legokjawa Minggu, (26/7/2026). (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Ribuan masyarakat tumpah ruah, menyaksikan pacuan kuda nasional Indonesia’s Horse Racing (IHR) 2026, melalui kejuaraan Nasional Seri I Indonesia Derby 2026, di Legokjawa Kecamatan Cimerak Minggu (26/7/2026).

CEO SARGA.CO, Nugdha Achadie mengatakan, kejuaraan tersebut diselenggarakan untuk kelima kalinya. “Dalam kalender resmi Indonesia Horse Racing

2026 ini diinisiasi oleh Sarga.co bekerja sama dengan Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP Pordasi),” katanya.

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di DishubSoal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil Lebih

Ia mengungkapkan bahwa ajang kali ini mengusung konsep unik bertajuk “Summer Race”. Selain menghadirkan persaingan olahraga yang kompetitif, pengunjung dimanjakan dengan berbagai fasilitas hiburan keluarga seperti pembagian es buah kelapa gratis (Coconut Party), area bermain anak (Kids Zone), hingga kehadiran para figur publik dan pembuat konten populer.

“Tak hanya itu, ajang tahun ini mencatatkan sejarah baru melalui siaran langsung berstandar internasional dalam bahasa Inggris di kanal YouTube Indonesia Horse Racing. Langkah inovatif ini diambil untuk menjangkau audiens global sesuai dengan visi utama IHR 2026, yaitu Race to the World Stage,” jelasnya.

Setidaknya, dalam event ini sebanyak 158 kuda pacu dari 13 daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, DKI Jakarta, Jawa Barat, hingga Papua Selatan, turut ambil bagian memperebutkan total hadiah fantastis senilai Rp1 miliar serta Piala Bergilir Presiden Republik Indonesia.

Sementara itu, Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti turut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan event ini. Menurutnya, antusiasme masyarakat begitu luar biasa hingga jumlah pengunjung meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Kemacetan panjang kendaraan menuju lokasi menjadi bukti nyata geliat ekonomi dan sektor UMKM yang hidup di sekitar area arena pacuan.

“Tadi saja dari pintu masuk utama ke Pacuan Legok hampir 1,5 jam karena kondisi jalanan nyah macet sekali,” ucapnya.

la berharap Gelanggang Legok Jawa terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai pusat ajang berkuda nasional secara berkelanjutan.

Ketua Komisi Pacu PP Pordasi Munawir mengatakan rangkaian kejuaraan Indonesia Derby ini sendiri terbagi dalam dua seri utama, yakni kelompok umur di Pangandaran dan kelompok ketinggian di Tompaso, Manado, yang hasilnya akan diakumulasikan untuk menentukan juara Umum nasional.

0 Komentar