1.244 Keluarga di Pangandaran Alami Krisis Air Bersih, BPBD Sudah Distribusikan 100.000 Liter

Distribusi bantuan air bersih pangandaran
Petugas BPBD Pangandaran mendistribusikan bantuan air bersih di Cimerak, Minggu (26/7/2026). (Foto: Deni Nurdiansah/Radar Tasikmalaya)
0 Komentar

PANGANDARAN, RADARTASIK.ID – Musim kemarau berdampak pada terjadinya krisis air bersih sejumlah wilayah di Kabupaten Pangandaran, bahkan semakin meluas.Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pangandaran mencatat ada 3.635 jiwa atau 1.244 kepala keluarga (KK) yang terdampak.

Berdasarkan data terbaru BPBD, pemerintah daerah sudah mendistribusikan 100.000 liter air bersih melalui 13 kali penyaluran ke sejumlah desa yang mengalami kekeringan. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap sejak 30 Juni hingga 24 Juli 2026, dengan menyasar wilayah yang mengalami penurunan debit mata air maupun sumur warga.

Beberapa wilayah yang sudah mendapat bantuan meliputi Majingklak, Ciwaru, Bagolo, Bagolo Kolot (Kecamatan Kalipucang), Cintaratu dan Sidahurip (Parigi), Mangunjaya (Mangunjaya), Karangtawang dan Pasir Muncang (Padaherang), Sambong (Sidamulih), Cibodas, Cidawung, Nagrog (Cijulang), dan Sinargalih (Cimerak).

Baca Juga:Wali Kota Tasikmalaya Mentahkan Usulan Pembentukan Satgas Penertiban Parkir! Tugas Itu Sudah Melekat di DishubSoal Kerja Sama Parkir, Mantan Kadishub Kota Tasikmalaya: Inovasi Harus Memberi Hasil Lebih

Sebaran wilayah terdampak kini mencakup tujuh kecamatan, yakni Kalipucang, Parigi, Mangunjaya, Padaherang, Sidamulih, Cijulang, dan Cimerak, menandakan dampak kekeringan semakin meluas dibanding awal musim kemarau.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pangandaran Dodo Kusnadi mengatakan, pihaknya terus intens mendistribusikan air bersih sebagai langkah tanggap darurat.

“Bagi pemerintah desa yang membutuhkan air bersih, agar segera melaporkannya ke kami,” ujarnya Minggu (26/7/2026).

Ia mengatakan, musim kemarau yang berdampak terhadap berkurangnya ketersediaan air bersih di beberapa desa menjadi perhatian serius Pemkab Pangandaran. “Karena jelas berdampak langsung terhadap kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Meskipun demikian, Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan air secara bijaksana, menghemat pemakaian air bersih, dan segera lapor jika mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Kita juga akan terus melakukan pemantauan kondisi di lapangan dan berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama musim kemarau berlangsung,” jelasnya.(Deni Nurdiansah)

0 Komentar