Akad Nikah di Balik Jeruji Polres Tasikmalaya Kota kala Cinta Menunggu Keadilan 

tahanan Polres Tasikmalaya Kota menikah
Tahanan berinisial SGM (21) saat mempersunting tambatan hatinya, NN (18) di Masjid Wahid Azad Polres Tasikmalaya Kota, Selasa (30/6/2026) kemarin. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Pintu ruang tahanan boleh saja tertutup rapat. Namun, Selasa (30/6/2026) kemarin, satu pintu lain justru terbuka lebar. Pintu menuju kehidupan baru.

Di Masjid Wahid Azad Polres Tasikmalaya Kota, seorang tahanan berinisial SGM (21) resmi mempersunting perempuan yang telah lama menjadi tambatan hatinya, NN (18).

Prosesi berlangsung sederhana, tanpa pesta mewah, tanpa pelaminan megah. Yang hadir justru air mata, doa, dan harapan yang menggantung di antara jeruji besi.

Baca Juga:Training Konvensional PII Tasikmalaya Jadi Kunci Mencetak Pemimpin Berkarakter di Era DigitalJuara Olah TKP Jabar! Bukti Inafis Polres Tasikmalaya Kota Makin Presisi

Hari itu menjadi bukti bahwa cinta memang tak selalu memilih jalan yang mudah. Ketika sebagian pasangan baru memulai rumah tangga dengan bulan madu, pasangan ini justru harus memulai dengan perpisahan.

SGM saat ini menjalani proses hukum atas dugaan kasus pencurian dengan pemberatan (curat) yang terjadi di kawasan Tower BOCIJULANGCINEAMTBG, Kecamatan Cineam, Kabupaten Tasikmalaya, pada Selasa 19 Mei 2026 lalu.

Meski berstatus tahanan, hak-hak sipilnya tetap diberikan sesuai ketentuan, termasuk melangsungkan pernikahan yang telah lama direncanakan kedua keluarga sebelum kasus hukum menjeratnya.

SGM merupakan warga Desa Ciptasari, Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang. Sementara NN berasal dari Desa Margajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Sumedang.

Akad nikah berlangsung khidmat disaksikan keluarga kedua mempelai serta jajaran Polres Tasikmalaya Kota, termasuk Kasat Reskrim AKP Januar Rangga Fardhela.

Dengan suara mantap, ijab kabul akhirnya terucap. Maskawin berupa uang tunai sebesar Rp1 juta diserahkan kepada mempelai perempuan sebagai simbol tanggung jawab seorang suami.

Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto menjelaskan, kepolisian memfasilitasi prosesi tersebut karena pernikahan telah direncanakan jauh sebelum SGM tersandung perkara hukum.

Baca Juga:OJK Tasikmalaya Genjot Literasi Investasi Mahasiswa Unigal Melalui Sekolah Pasar ModalGMNU Kritik Wali Kota Tasikmalaya Soal Bendahara dan Krisis Fiskal

“Ini merupakan bentuk pelayanan kemanusiaan. Kami tetap memberikan hak-hak warga binaan selama menjalani proses hukum, termasuk melangsungkan pernikahan yang memang sudah direncanakan sebelumnya,” ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Ia juga menyampaikan doa agar pasangan tersebut mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah meski harus memulai perjalanan rumah tangga dengan ujian yang tidak ringan.

Suasana berubah semakin emosional ketika prosesi sungkem kepada orang tua dimulai. Tangis keluarga pecah. Bahagia dan sedih seolah hadir bersamaan dalam satu ruang.

0 Komentar