“Ini bukan hanya terjadi di Tasikmalaya. Modus seperti ini merupakan kejahatan lintas provinsi sehingga membutuhkan kerja sama semua pihak,” tuturnya.
Menurutnya, pelaku memanfaatkan rendahnya literasi digital masyarakat.
Modus serupa juga banyak ditemukan dalam penjualan kendaraan, hadiah undian, hingga penawaran barang dengan harga jauh di bawah pasar.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal dan selalu melakukan konfirmasi melalui nomor resmi hotel.
Baca Juga:Cash Flow Pemkot Tasikmalaya Terus Diatur Ketat, Program Disisir UlangKekosongan Kursi Kepala OPD di Kota Tasikmalaya Bertambah, Pengisian Tertahan Merger
“Kalau ada harga yang terlalu murah atau informasi yang mencurigakan, jangan langsung percaya. Pastikan menghubungi kontak resmi hotel sebelum melakukan pembayaran,” tegasnya.
Andi menambahkan, proses pengungkapan kasus penipuan digital cukup kompleks karena dana hasil kejahatan biasanya langsung dipindahkan berulang kali ke berbagai rekening maupun platform pembayaran digital dalam waktu singkat.
Meski demikian, Polres Tasikmalaya Kota memastikan siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah, PHRI, serta pemangku kepentingan lainnya untuk memperkuat edukasi masyarakat dan menekan angka kejahatan siber.
Maraknya modus booking hotel palsu menjadi pengingat bahwa di era digital, pelaku kejahatan bergerak secepat sentuhan layar.
Karena itu, kewaspadaan masyarakat harus selalu selangkah lebih maju agar tidak menjadi korban berikutnya. (rezza rizaldi)
