Tahun Ajaran 2026-2027, Empat SD di Kabupaten Ciamis Hanya Terima Satu Murid

empat sd di ciamis terima satu murid
Ruang kelas SDN 1 Ciamis tertutup karena masih libur sekolah, Senin (29/6/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id) 
0 Komentar

“Paling utama adalah memberikan layanan pendidikan kepada masyarakat. Jangan sampai anak-anak di suatu wilayah kehilangan akses pendidikan formal hanya karena tidak ada sekolah dasar di daerahnya,” katanya.

Salah satu sekolah yang mengalami penurunan jumlah murid adalah SDN 1 Ciamis. Guru SDN 1 Ciamis, Deni Sopwan Hidayat, mengatakan pada SPMB tahun ini sekolahnya hanya menerima tiga pendaftar yang telah menyerahkan berkas.

Jumlah tersebut jauh lebih kecil dibandingkan siswa yang lulus kelas VI sebanyak 15 orang. Artinya, jumlah siswa yang keluar lebih banyak dibandingkan yang masuk.

Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029

“Tahun ini memang pendaftar hanya 3 orang yang menyerahkan berkas, bahkan bisa berkurang nantinya ketika tahun ajaran baru,” ujarnya.

“Mudah-mudahan ada anak yang bisa sekolah di sini lagi, seperti dari pindahan,” tambahnya.

Menurut Deni, berkurangnya jumlah murid dipengaruhi sejumlah faktor. Selain keberhasilan program Keluarga Berencana (KB) dan perpindahan penduduk usia produktif, bertambahnya sekolah swasta juga menjadi salah satu penyebab.

“Lalu banyak orang tua kini memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta dan MI yang menawarkan program agama atau fasilitas tambahan. Sedangkan sekolah negeri terbentur dengan jam pulang sebelum murid mengikuti mengaji dan madrasah,” ujarnya.

Saat ini SDN 1 Ciamis memiliki 53 siswa yang tersebar di kelas II hingga kelas VI. Padahal sekolah tersebut pernah menyandang status Sekolah Penggerak. Meski jumlah peserta didik terus menurun, pihak sekolah tetap berupaya memulihkan jumlah siswa. “Ketika ada yang mau pindah ke SDN 1 Ciamis, pasti diterima,” katanya.

Berbagai langkah telah dilakukan bersama para guru, komite sekolah, dan orang tua. Mulai dari sosialisasi ke taman kanak-kanak (TK), promosi melalui media sosial, hingga menyediakan perlengkapan sekolah seperti sepatu, seragam merah putih, tas, alat tulis, dan buku bagi siswa baru.

“Sebagai tarik untuk daftar sekolah di sini, ada inisiatif dari iuran guru-guru dan alumni yang memperhatikan sekolah untuk memberikan pelengkapan siswa untuk sekolah,” ujarnya.

Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan

Selain itu, sekolah juga mulai memetakan potensi calon peserta didik dari TK untuk menghadapi penerimaan siswa baru tahun ajaran 2027.

0 Komentar