Tahun Ajaran 2026-2027, Empat SD di Kabupaten Ciamis Hanya Terima Satu Murid

empat sd di ciamis terima satu murid
Ruang kelas SDN 1 Ciamis tertutup karena masih libur sekolah, Senin (29/6/2026). (Fatkhur Rizqi/Radartasik.id) 
0 Komentar

CIAMIS, RADARTASIK.ID – Fenomena sekolah dasar negeri kekurangan murid terjadi di Kabupaten Ciamis. Hasil Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang Sekolah Dasar (SD) tahun ajaran 2026/2027 menunjukkan masih ada sejumlah sekolah yang hanya memperoleh sedikit pendaftar, bahkan empat SD hanya menerima satu calon siswa.

Pelaksanaan SPMB SD di Kabupaten Ciamis berlangsung pada 15–20 Juni 2026. Selanjutnya dilakukan pengolahan data dan pelaporan pada 24–25 Juni, dengan pengumuman hasil seleksi pada 25 Juni 2026.

Dari total 743 SD di Kabupaten Ciamis, empat sekolah tercatat hanya menerima satu pendaftar. Selain itu, terdapat pula sejumlah sekolah yang memperoleh kurang dari lima murid, padahal kapasitas satu rombongan belajar SD dapat menampung hingga 28 siswa.

Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029

Kepala Bidang Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, Sigit Ginanjar, membenarkan kondisi tersebut. Menurutnya, empat sekolah yang hanya menerima satu pendaftar tersebar di beberapa kecamatan, meski belum dirinci nama sekolahnya.

“Iya kemarin pas ditutup, baru ada 1 orang yang mengembalikan formulir. Totalnya ada empat SD, yang tersebar di beberapa wilayah hanya memiliki satu pendaftar,” katanya kepada Radar, Senin (29/6/2026).

Sigit menjelaskan, minimnya jumlah pendaftar bukan karena tidak adanya calon peserta didik, melainkan dipengaruhi beberapa faktor. Berdasarkan laporan sekolah, masih banyak orang tua yang belum memahami jadwal maupun mekanisme pelaksanaan SPMB.

“Kami terima informasi dari sekolah, masyarakat sudah berniat menyekolahkan anaknya di tempat tersebut. Memang ada orang tua baru menyampaikan secara lisan atau menitip pesan kepada sekolah, belum sampai mengisi dan menyerahkan formulir pendaftaran sesuai jadwal yang ditentukan,” ujarnya.

Ia memastikan jumlah siswa masih berpotensi bertambah sebelum tahun ajaran baru dimulai. Sebab, masih ada orang tua yang belum sempat mendaftarkan anaknya secara administratif karena berbagai alasan, salah satunya masih berada di luar daerah.

“Kami berharap sebelum memasuki tahun ajaran baru nanti ada penambahan siswa. Karena biasanya ada progres, menyusul daftar,” katanya.

Sigit menegaskan, sebagai layanan dasar, keberadaan sekolah dasar tetap memiliki peran penting, baik di wilayah perkotaan maupun pelosok. Menurutnya, keberadaan sekolah tidak dapat diukur hanya dari jumlah murid, tetapi dari kemampuannya menyediakan akses pendidikan bagi masyarakat.

0 Komentar