Lee juga menyoroti praktik pengangkatan pejabat yang menurutnya lebih mengutamakan kedekatan dibanding kemampuan.
Ia menilai sistem pengawasan terhadap pemegang kewenangan masih lemah sehingga keputusan-keputusan penting dapat diambil tanpa akuntabilitas yang memadai.
Karena itu, pemerintah berencana mempercepat reformasi tata kelola organisasi olahraga nasional.
Baca Juga:Agen Super Jorge Mendes Tawarkan Gelandang Lulusan La Masia ke AC MilanJelang Laga Lawan Belanda, Maroko Rayu Anak Van Persie Gabung Singa Atlas
Salah satu gagasannya adalah mengubah mekanisme pemilihan pengurus federasi olahraga menjadi sistem yang lebih demokratis melalui pemilihan langsung oleh seluruh insan olahraga, bukan hanya segelintir delegasi.
Presiden juga meminta kementerian terkait melakukan evaluasi menyeluruh mengenai penyebab kegagalan Korea Selatan di Piala Dunia, sekaligus menyusun langkah konkret agar kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
“Saya meminta maaf kepada seluruh rakyat karena telah mengecewakan mereka dengan kejadian yang tidak seharusnya terjadi. Reformasi administrasi olahraga akan segera dilakukan agar peristiwa seperti ini tidak terulang lagi,” ujar Lee.
Tekanan politik dan derasnya kritik publik akhirnya membuat Hong Myung-bo mengambil keputusan mundur dari jabatannya.
Dalam konferensi pers di pusat latihan tim nasional, Hong mengumumkan pengunduran dirinya sambil menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Korea Selatan.
“Saya mengundurkan diri sebagai pelatih kepala tim nasional sepak bola putra Korea Selatan. Saya meminta maaf kepada semua pencinta sepak bola Korea yang selalu mendukung tim nasional. Kami gagal memberikan hasil yang diharapkan dan seluruh tanggung jawab berada di pundak saya,” kata Hong.
Pengunduran diri tersebut menutup salah satu bab paling mengecewakan dalam sejarah sepak bola Korea Selatan. K
Baca Juga:Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC MilanAtalanta dan Fabregas Beri Tamparan Keras ke Inter Milan
ini perhatian publik tertuju pada langkah pemerintah dan Federasi Sepak Bola Korea dalam membangun kembali tim nasional agar mampu bangkit pada turnamen internasional berikutnya.
