RADARTASIK.ID – Kegagalan Tim Nasional Korea Selatan melaju ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 memicu gelombang kemarahan luar biasa di dalam negeri.
Tidak hanya para suporter yang meluapkan kekecewaan, Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, bahkan turun tangan dengan meminta penyelidikan terhadap Federasi Sepak Bola Korea (KFA) sekaligus melontarkan kritik pedas kepada pelatih Hong Myung-bo.
Harapan besar publik Korea Selatan untuk melihat Taeguk Warriors berbicara banyak di Piala Dunia 2026 harus berakhir lebih cepat.
Baca Juga:Agen Super Jorge Mendes Tawarkan Gelandang Lulusan La Masia ke AC MilanJelang Laga Lawan Belanda, Maroko Rayu Anak Van Persie Gabung Singa Atlas
Son Heung-min dan kawan-kawan hanya mampu finis di peringkat ketiga Grup A, di bawah Meksiko dan Afrika Selatan.
Kemenangan atas Republik Ceko memang memberi tambahan tiga poin, tetapi jumlah tersebut tidak cukup untuk membawa Korea Selatan lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik ke babak 32 besar.
Hasil mengecewakan itu langsung memicu amarah publik. Media Korea Selatan dipenuhi kritik tajam terhadap federasi dan tim pelatih. Desakan untuk melakukan evaluasi total pun bermunculan.
Situasi semakin panas setelah Presiden Lee Jae Myung ikut bersuara.
Kepala negara tersebut memerintahkan Menteri Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata untuk segera melakukan investigasi terhadap tata kelola tim nasional serta proses pengambilan keputusan di Federasi Sepak Bola Korea.
Menurut Lee, kegagalan tim bukan semata-mata persoalan hasil di lapangan, tetapi juga mencerminkan buruknya manajemen organisasi.
Presiden bahkan secara terbuka menyebut pemilihan pelatih sebagai contoh kegagalan kepemimpinan.
“Ketika keberpihakan lebih diutamakan daripada kompetensi dan orang yang tidak cakap dipilih sebagai pemimpin, hasilnya sudah bisa diprediksi,” tegas Lee dalam pernyataannya.
Baca Juga:Goncalo Ramos Jadi Pembelian Termahal dalam Sejarah AC MilanAtalanta dan Fabregas Beri Tamparan Keras ke Inter Milan
Hong Myung-bo sendiri ditunjuk sebagai pelatih kepala Korea Selatan pada 2024 setelah federasi memecat Jurgen Klinsmann.
Namun, sejak awal penunjukannya sudah menuai kontroversi dan kini kembali menjadi sorotan setelah kegagalan di Piala Dunia.
Dalam unggahan panjang di media sosial X, Presiden Lee mengaku ikut merasakan kekecewaan mendalam sebagai mantan direktur kehormatan klub sepak bola profesional sekaligus pendukung fanatik tim nasional.
Ia menilai kegagalan tersebut menjadi bukti bahwa kualitas sumber daya manusia merupakan faktor terpenting dalam sebuah organisasi.
