Kariernya sendiri bukan dibangun di atas panggung. Melainkan di ruang-ruang penyidikan. Ia ditempa di Bareskrim Polri, menangani perkara-perkara besar: sumber daya alam, lingkungan hidup, korporasi, hingga tindak pidana khusus.
Ia pernah menjadi Kanit 5 Subdit V Dittipidter Bareskrim Polri. Kemudian Pamen Dittipidter. Lalu dipercaya memperkuat Polda Jambi sebagai penyidik dan memimpin Subdit Cyber Ekonomi dan Lingkungan.
Tidak berhenti di sana. Ia juga mengikuti Sespimmen Polri Dikreg 62 Tahun 2022. Di dunia kepolisian, itu bukan sekadar sekolah. Itu adalah ruang pembentukan calon pemimpin.
Baca Juga:FOSSMA Dorong Penyelesaian Aset, Kodim Siap JembataniLongser Sunda, Warisan yang Menolak Padam di Panggung Rakyat Tasikmalaya
Karena itu, ketika dipercaya memimpin Polres Tasikmalaya Kota, ia tidak datang untuk belajar memimpin. Ia datang membawa bekal pengalaman.
Namun menariknya, masyarakat justru lebih banyak mengenang sikapnya dibanding jabatannya.
Tokoh masyarakat Kota Tasikmalaya, H. Yanto Oce, menjadi salah satunya. Baginya, Andi bukan sekadar pejabat kepolisian. Ia adalah tempat masyarakat berteduh.
“Kang Andi orang baik. Di mana pun selalu menjadi naungan dan panutan. Di tengah beratnya menjaga keamanan, menghadapi demonstrasi dan berbagai persoalan, beliau tetap hadir sebagai sosok yang teduh, bijaksana, dan merakyat. Tidak lelah mendengar, tidak berhenti mengayomi, dan tidak ragu menegakkan keadilan.”
Doanya pun sederhana namun penuh makna. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, kekuatan, hikmah dalam setiap keputusan, dan keberkahan dalam menjaga umat serta negara.
Lalu ia menutup dengan kalimat yang membuat saya terdiam. “Tugas Akang Andi henteu ngan saukur seragam, tapi mangrupikeun hiji bentuk ibadah.” Betapa indahnya. Tidak semua polisi mendapat doa seperti itu.
Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. Budi Mahmud Saputra, juga mengaku belum sempat berbincang panjang dengan Andi.
Tetapi beberapa kali bertemu di berbagai acara sudah cukup meninggalkan kesan.
Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Kota Berganti Tongkat KomandoPerangi Bullying, Madrasah Ramah Anak Dideklarasikan di Mapolres Tasikmalaya Kota
“Beliau sangat welcome kepada siapa pun. Ketika bertemu, suasananya langsung akrab. Murah senyum. Tidak membuat orang merasa canggung.”
Kadang memang begitu. Orang hebat tidak selalu berbicara panjang. Tetapi kehadirannya membuat orang merasa dihargai.
Hal senada disampaikan tokoh muda Kota Tasikmalaya, Enan Suherlan. Menurutnya, meski hanya beberapa bulan bertugas, Andi mampu menghadirkan energi positif.
