Kapolres yang Akan Dirindukan!

AKBP Andi Purwanto dimutasi menjadi Kapolres Subang
Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H. istimewa for radartasik.id
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Enam bulan. Dalam hitungan kalender birokrasi, itu bahkan belum cukup untuk mengganti warna cat sebuah kantor pemerintahan.

Belum cukup pula untuk menghapus kebiasaan lama. Tetapi kadang, waktu tidak bekerja dengan ukuran kalender. Ia bekerja dengan ukuran kesan. Mungkin itu yang sedang dirasakan banyak orang di Kota Tasikmalaya.

Mereka baru saja merasa mengenal sosok AKBP Andi Purwanto, S.I.K., M.H. Baru mulai terbiasa melihat senyum ramahnya di berbagai kegiatan masyarakat. Baru mulai menganggapnya bukan sekadar Kapolres, tetapi bagian dari denyut kehidupan kota.

Baca Juga:FOSSMA Dorong Penyelesaian Aset, Kodim Siap JembataniLongser Sunda, Warisan yang Menolak Padam di Panggung Rakyat Tasikmalaya

Tiba-tiba kabar mutasi datang. Andi dipercaya mengemban amanah baru sebagai Kapolres Subang. Mutasi memang tradisi di tubuh Polri. Tidak ada yang luar biasa.

Yang luar biasa justru reaksi masyarakat. Jarang seorang Kapolres yang hanya enam bulan bertugas, tetapi meninggalkan begitu banyak cerita.

Saya selalu percaya, seorang pemimpin tidak diingat karena lamanya menjabat. Ia diingat karena apa yang ditinggalkannya. Andi datang bukan membawa kegaduhan. Ia datang membawa ketenangan.

Di tengah dinamika Kota Tasikmalaya yang tidak pernah benar-benar sepi dari demonstrasi, persoalan keamanan, hingga berbagai kepentingan masyarakat, ia memilih menjadi pendengar sebelum menjadi pembicara.

Mungkin itu sebabnya banyak orang merasa dekat. Ia tidak menciptakan jarak. Padahal seragamnya penuh bintang dan tanda pangkat.

Ada satu kebiasaan kecil yang membuat saya terkesan. Ketika berbicara kepada warga Sunda, ia tidak memaksakan bahasa Indonesia formal. Ia justru berkata pelan. “Punten, abdi nepangkeun…” Kalimat sederhana. Tetapi membuat suasana berubah.

Seolah yang berbicara bukan seorang Kapolres. Melainkan seorang saudara. Padahal kemampuan bahasa Inggrisnya sangat baik. Ia bisa berdiskusi seperti diplomat.

Baca Juga:Kapolres Tasikmalaya Kota Berganti Tongkat KomandoPerangi Bullying, Madrasah Ramah Anak Dideklarasikan di Mapolres Tasikmalaya Kota

Namun ia juga fasih bercakap menggunakan bahasa Sunda dapur—bahasa yang hidup di rumah-rumah sederhana, di warung kopi, di teras masjid, dan di pos ronda.

Bahasa yang tidak diajarkan di seminar kepemimpinan. Tetapi diajarkan oleh kehidupan. Tidak heran. Andi memang tumbuh di Soreang dan Kota Bandung. Bahasa Sundanya bukan bahasa hafalan. Tetapi bahasa pergaulan.

0 Komentar