Menurut Wahidin, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf yang inklusif, menarik, serta berbasis digital.
“Bahkan mendorong masyarakat peningkatan adopsi berzakat secara digital melalui platform dan aplikasi zakat resmi,” katanya.
Ia berharap program tersebut tidak berhenti pada pemberian bantuan sesaat, melainkan mampu membuka peluang pengembangan diri dan kemandirian bagi para penerima manfaat.
Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029
“Saya berharap bantuan ini bukan hanya memberikan manfaat secara materi, tetapi juga menumbuhkan semangat, rasa percaya diri agar anak anak untuk terus belajar serta meraih cita-cita mereka,” ujarnya. (riz)
