Namun, dia mengingatkan agar publik tidak terlena dengan deretan opini WTP maupun angka penurunan temuan.
“Tantangan Pemkot Tasikmalaya saat ini bukan lagi sekadar menyusun laporan keuangan yang rapi demi memperoleh WTP. Yang lebih penting adalah bagaimana tata kelola keuangan yang baik itu diterjemahkan menjadi kebijakan yang agresif, solutif, dan berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Rapi dalam administrasi adalah kewajiban, tetapi sejahteranya rakyat adalah prestasi yang sesungguhnya,” tegasnya. (rezza rizaldi)
