Menurutnya, banyak tim yang memiliki pemain hebat, tetapi tidak semuanya mampu membangun kebersamaan yang diperlukan untuk bertahan hingga pertandingan terakhir.
“Untuk menjadi juara, sebuah tim harus benar-benar bersatu. Anda membutuhkan kebersamaan yang luar biasa,” tegasnya.
Selain itu, Klopp juga mengingatkan bahwa keberuntungan sering kali memainkan peran penting dalam turnamen singkat seperti Piala Dunia.
Baca Juga:Atletico Madrid Curi Pemain Incaran AC Milan: Ruggeri Bisa Jadi KorbanAtalanta Pabrik Pemain Paling Sukses di Italia: Raup Keuntungan Rp1,96 Triliun dari Jual Dua Pemain
“Anda juga harus sedikit beruntung. Ini bukan hanya soal kualitas pemain,” tambah mantan pelatih yang sukses membawa Liverpool menjuarai Liga Champions dan Liga Inggris tersebut.
Pernyataan Klopp cukup relevan jika melihat perjalanan beberapa juara dunia sebelumnya.
Banyak tim besar tersingkir bukan karena kalah kualitas, melainkan karena gagal memanfaatkan peluang atau kurang beruntung dalam momen-momen krusial.
Meski belum menjadikan Jerman sebagai favorit mutlak, Klopp mengaku cukup terkesan dengan perkembangan tim asuhan Julian Nagelsmann.
Menurutnya, Die Mannschaft saat ini memiliki identitas permainan yang jelas dan menunjukkan kemajuan yang signifikan dibanding beberapa tahun terakhir.
“Kami adalah tim sepak bola yang sangat bagus. Saya menyukai cara kami bermain,” ujar Klopp.
Ia menilai Jerman memiliki banyak variasi dalam menyerang dan mampu menyesuaikan diri dengan berbagai situasi pertandingan.
Baca Juga:Atletico Madrid Ganggu Rencana Inter Milan Datangkan Oumar SoletInter Bidik Dua Pemain Sayap untuk Gantikan Dumfries: Satu dari Juventus, Satu Lagi dari Fiorentina
“Kami memiliki beberapa mekanisme permainan yang berbeda dan kami bisa memainkan sepak bola yang bagus,” lanjutnya.
Namun Klopp juga melihat masih ada ruang bagi tim nasional Jerman untuk berkembang lebih jauh.
“Pada saat yang sama, kami masih memiliki margin untuk berkembang dan menjadi lebih baik lagi,” katanya.
Optimisme Klopp bukan tanpa alasan. Jerman sejauh ini menunjukkan keseimbangan antara pemain berpengalaman dan talenta muda.
Kehadiran pemain seperti Kai Havertz dan Deniz Undav yang sudah mencetak gol di turnamen ini menjadi salah satu modal penting bagi pasukan Nagelsmann.
Menariknya, Piala Dunia 2026 juga menjadi momen langka bagi publik sepak bola untuk kembali mendengar analisis Klopp secara rutin.
Sejak meninggalkan Liverpool dan bergabung dengan Red Bull sebagai direktur sepak bola global, Klopp relatif jarang tampil di media.
Namun turnamen kali ini membuatnya kembali aktif memberikan pandangan dan analisis mengenai perkembangan Piala Dunia.
