Beberapa Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaua Mulai Kekurangan Air Bersih, Termasuk RSUD KHZ Musthafa

Kekurangan air bersih
 BPBD Kabupaten Tasikmalaya saat mendistribusikan air bersih ke kecamatan terdampak kekeringan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu. (Istimewa)
0 Komentar

TASIKMALAYA, RADARTASIK.ID – Sejumlah wilayah di Kabupaten Tasikmalaya mulai mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau yang berlangsung sekitar dua bulan terakhir.

Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya mendistribusikan bantuan air bersih ke sejumlah desa dan kecamatan yang terdampak, Kamis (25/6/2026).

Bantuan air bersih disalurkan ke beberapa wilayah yang mulai mengalami kekeringan, di antaranya Kecamatan Mangunreja, Singaparna, dan Cipatujah. Selain untuk masyarakat, BPBD juga mendistribusikan air bersih ke RSUD KHZ Musthafa yang turut mengalami penurunan ketersediaan air.

Baca Juga:Gelorakan Olahraga Tradisional, Disparpora Bangkitkan Minat Generasi Muda Kabupaten TasikmalayaKuatkan Struktur Hingga Akar Rumput, PAN Kabupaten Tasikmalaya Targetkan Melesat di 2029

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Cahyono Rahman, mengatakan musim kemarau menyebabkan debit air di sejumlah sumur warga mengalami penyusutan sehingga memicu kesulitan memperoleh air bersih.

“Sehingga BPBD mendistribusikan air bersih setelah menerima laporan dari masyarakat. Pendistribusian air bersih juga dilakukan ke RSUD KHZ Musthafa dengan jumlah 25 ribu liter air termasuk ke pelosok pedesaan,” terang Cahyono.

Menurutnya, selama Mei hingga Juni 2026 BPBD telah menyalurkan bantuan air ke beberapa kecamatan serta ke RSUD KHZ Musthafa. Penyaluran dilakukan karena kondisi sumber air menyusut sehingga keluarga pasien maupun pegawai rumah sakit mengalami kesulitan mendapatkan air.

“BPBD juga bergerak kirimkan air ke Kampung Pasirbenying, Kecamatan Mangunreja, Desa Sukaherang, Kecamatan Singaparna, Cikawungading, Kecamatan Cipatujah,” terang dia.

Cahyono menjelaskan, distribusi air bersih ke Desa Cikawungading, Kecamatan Cipatujah, telah dilakukan beberapa kali. Namun, keterbatasan armada truk tangki milik BPBD membuat penyaluran belum dapat dilakukan secara maksimal untuk menjangkau seluruh kebutuhan warga terdampak.

Ia menambahkan, Desa Cikawungading merupakan salah satu wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau. Kondisi sumur warga yang mengering membuat kebutuhan air bersih menjadi persoalan utama.

Musim kemarau yang telah berlangsung selama dua bulan juga berdampak pada lahan pertanian serta sumber-sumber air masyarakat. Karena itu, BPBD terus berupaya memenuhi kebutuhan dasar warga melalui distribusi air bersih.

Baca Juga:Jadilah Bagian Sejarah SMAN 1 Pagerageung Tasikmalaya, Pendaftar Calon Murid Baru MembludakPenuh Semangat!! Warga Karangjaya-Cineam Tasikmalaya Gotong Royong Bangun Sekretariat Serikat Petani Pasundan

“Namun, BPBD berupaya mendistribusikan air agar masyarakat dapat memanfaatkannya untuk masak, minum, mandi dan kakus,” tambah dia.

0 Komentar