Atalanta Pabrik Pemain Paling Sukses di Italia: Raup Keuntungan Rp1,96 Triliun dari Jual Dua Pemain 

Atalanta
Atalanta
0 Komentar

– Dejan Kulusevski Jual ke Juventus €34,3 juta (Rp686 miliar)

– Cristian Romero Jual ke Tottenham Hotspur €33,8 juta (Rp676 miliar)

– Ademola Lookman Jual ke Atletico Madrid €31 juta (Rp620 miliar)

– Robin Gosens Jual ke Inter Milan €24,1 juta (Rp482 miliar)

– Amad Diallo Jual ke Manchester United €20,9 juta (Rp418 miliar)

Daftar tersebut menunjukkan bagaimana Atalanta mampu mendatangkan pemain dengan biaya relatif rendah, mengembangkan mereka, lalu menjualnya dengan keuntungan yang sangat besar.

Menurut data yang dipublikasikan media Italia Calcio & Finanza, sejak 2010 Atalanta telah menghasilkan hampir 800 juta euro keuntungan dari aktivitas transfer pemain.

Jika dikonversi ke rupiah, angka tersebut mencapai sekitar Rp16 triliun.

Lebih dari setengah jumlah itu bahkan diperoleh sejak 2021, menandakan bahwa performa bisnis klub semakin meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga:Atletico Madrid Ganggu Rencana Inter Milan Datangkan Oumar SoletInter Bidik Dua Pemain Sayap untuk Gantikan Dumfries: Satu dari Juventus, Satu Lagi dari Fiorentina 

Keberhasilan tersebut turut membantu Atalanta mencatatkan sepuluh laporan keuangan positif secara beruntun, sesuatu yang sangat jarang terjadi di sepak bola modern.

Apabila transfer Ederson atau Palestra tercatat sebelum penutupan laporan keuangan pada 30 Juni 2026, maka musim 2025/2026 berpotensi menjadi musim paling menguntungkan sepanjang sejarah Atalanta di era Percassi.

Berikut perkembangan keuntungan transfer yang dicatat klub dalam laporan keuangan:

2010: €8,3 juta (Rp166 miliar)

2011: €2,8 juta (Rp56 miliar)

2012: €12,4 juta (Rp248 miliar)

2013: €14,7 juta (Rp294 miliar)

2014: €14,2 juta (Rp284 miliar)

2015: €23,3 juta (Rp466 miliar)

2016: €22,5 juta (Rp450 miliar)

2017: €46,7 juta (Rp934 miliar)

2018: €24,2 juta (Rp484 miliar)

2019: €38,8 juta (Rp776 miliar)

2020: €68,5 juta (Rp1,37 triliun)

2021: €53,6 juta (Rp1,07 triliun)

2022: €44,2 juta (Rp884 miliar)

2023: €63,2 juta (Rp1,26 triliun)

2024: €71 juta (Rp1,42 triliun)

2025: €100,8 juta (Rp2,016 triliun)

2026: €186,7 juta (Rp3,73 triliun, belum resmi)

Sebegai catatan, angka musim 2026 tersebut masih bersifat sementara karena menunggu pencatatan resmi dalam laporan keuangan klub.

Namun satu hal sudah jelas: Atalanta semakin mengukuhkan reputasinya sebagai salah satu klub dengan model bisnis terbaik di Eropa.

Saat banyak klub besar mengeluarkan dana miliaran euro untuk membangun skuad, La Dea justru mampu mencetak keuntungan fantastis sambil tetap bersaing di papan atas Serie A dan kompetisi Eropa.

0 Komentar